Sosok Arief Prasetyo Adi, Sang Penjaga Ketahanan Pangan Nasional
Urusan perut rakyat adalah urusan kedaulatan negara. Di balik piring-piring nasi yang kita nikmati setiap hari, ada rantai pasok rumit yang harus dijaga agar pasokan tetap aman dan harga tidak mencekik kantong masyarakat. Di sinilah sosok Ir. Arief Prasetyo Adi, M.T. mengambil peran besar sebagai salah satu "arsitek" ketahanan pangan terbaik yang dimiliki Indonesia.
Bagi pencinta dunia birokrasi dan korporasi, nama Arief Prasetyo Adi dikenal sebagai jaminan mutu. Pria asal Kalimantan Tengah ini dikenal sebagai pemimpin visioner yang memiliki segudang prestasi nasional hingga internasional. Dari meja manajemen ritel modern, ia sukses melangkah hingga ke Istana Negara untuk mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) pertama, bahkan sempat dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian.
Bagaimana perjalanan karier hebatnya yang tiada henti memanen penghargaan ini? Mari kita bedah bersama!
Dua Dekade Menempa Diri di Dunia Ritel Modern
Sebelum dipercaya memegang kendali pangan skala nasional, Arief adalah seorang profesional tulen yang tumbuh dari bawah. Berbekal ilmu dari Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta, ia justru mengasah insting bisnisnya di industri ritel modern selama lebih dari 20 tahun.
Nama-nama besar seperti PT Lotte Shopping Indonesia hingga PT Hero Supermarket Tbk menjadi tempatnya menempa pengalaman. Ia bahkan sempat menakhodai manajemen ritel di area komersial Freeport Timika hingga meluaskan jangkauan kariernya ke Malaysia. Pengalaman lapangan selama dua dekade inilah yang membuatnya paham betul bagaimana dinamika pasar, manajemen logistik, dan cara menjaga rantai pasok agar barang tetap tersedia untuk konsumen.
Tangan Dingin yang Merombak BUMN & BUMD Pangan
Kapasitas kepemimpinan Arief mulai dilirik publik saat ia didaulat menjadi Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (2015–2020). Di tangannya, BUMD pangan DKI Jakarta ini disulap menjadi pilar stabilitas pasokan beras yang modern dan disegani. Sukses di ibu kota, ia ditarik ke level nasional untuk memimpin PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/RNI.
Di tingkat nasional, tugasnya tidak main-main. Arief diberi misi besar untuk mengawal pembentukan Holding BUMN Pangan yang kini kita kenal sebagai ID FOOD. Keberhasilannya menyatukan berbagai perusahaan pangan negara menjadi satu kekuatan utuh membuat jalannya menuju kursi birokrasi tertinggi semakin terbuka lebar.
Pada tahun 2022, Presiden Joko Widodo resmi melantiknya menjadi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) pertama di Istana Merdeka. Di saat terjadi kekosongan kepemimpinan di Kementerian Pertanian pada Oktober 2023, presiden pun tanpa ragu menunjuk Arief sebagai Plt Menteri Pertanian, disusul amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog.
Si Jagoan Stabilisator Harga yang Borong Penghargaan & Rekor MURI
Kerja keras Arief di lapangan berbuah apresiasi yang luar biasa. Salah satu pencapaian yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat adalah inisiasinya dalam menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 341 titik yang tersebar di 300 kabupaten/kota di Indonesia. Aksi nyata meredam inflasi ini berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Tak heran jika setiap tahunnya, lemari penghargaan Arief selalu bertambah. Ia dinobatkan sebagai The Best CEO BUMD selama tiga tahun berturut-turut, The Best CEO BUMN Reformation, hingga menerima Penghargaan Jasa Utama Retail dari HIPPINDO atas perannya menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasar swalayan. Bahkan, kualitas kepemimpinannya diakui dunia internasional saat ia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari Kyungsung University, Busan, Korea Selatan.
Inspirasi Pemimpin Masa Depan
Kisah Arief Prasetyo Adi memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa sebuah sistem yang besar, seperti ketahanan pangan negara, membutuhkan kombinasi antara keahlian profesional yang matang dan eksekusi kebijakan yang berani di lapangan.
Dari seorang insinyur yang memahami detail teknis, kini ia menjelma menjadi tokoh nasional yang memastikan bahwa urusan pangan seluruh rakyat Indonesia tetap terjaga dengan aman dan adil. (*)
*) Source : Nasrul Koto PSU
Editor : S. Anwar