Cerita Karomah Habib Jafar Saat Lahiran

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Habib Jafar bin Muhammad bin Hamid Alkaaf.
Habib Jafar bin Muhammad bin Hamid Alkaaf.
grosir-buah-surabaya

Beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Sekitar jam 9 malam. Ketika itu sedang ada beberapa tamu yang silaturahmi ke rumahku. Handphone berdering. Kuangkat. Suara diseberang telpon adalah Khodim dari Maulana Habib Jafar bin Muhammad bin Hamid Alkaaf. Bilang bahwa Habib Jafar Ingin bicara. Waktu Itu Habib Jafar bertempat tinggal di Jakarta.

Mulailah terjadi dialog ditelpon. Lalu Habib Jafar tiba tiba bertanya, “Kapan anakmu lahir?"

Habib Jafar tahu kalau istriku lagi hamil. Beberapa bulan sebelumnya aku ke Jakarta dan meminta doa pada beliau agar anak dikandungan istri menjadi anak shalih atau shalihah. Saat itu, Habib Jafar spontan menjawab 'anakmu wedok (anakmu perempuan').

Kembali ke cerita di telpon, lalu kujawab “Menurut perkiraan dokter yaa sekitar 2 mingguan lagi akan lahir Bib”. 

Tiba tiba Habib Jafar berkata dengan sedikit keras dan tegas “Ora. Anakmu sesuk lahir (Tidak. Besok anakmu akan lahir)”.

Setelah beberapa saat berbicara, telpon ditutup. Kembali aku menemui tamu tamu. Soal perkataan Habib Jafar bahwa besok anakku akan lahir, hanya melintas saja di pikiranku. Karena memang tidak ada tanda tanda akan lahir, dan lagian dokter kandungan yang memeriksa memperkirakan sekitar 2 mingguan lagi baru akan lahir.

Kira-kira jam 12 malam itu, istri memanggilku. Bilang kalau perutnya sakit. Lalu kubilang mungkin sakit perut biasa. Istri bilang, sakitnya bukan seperti sakit perut biasa. Yaa sudah Istirahat saja. Jawabku santai.

Jam 1 dini hari sakitnya bertambah. Mulailah panik (maklum anak pertama dan belum berpengalaman hehehe). Langsung kubawa ke Bidan. Diperiksalah kandungan istri, dan bidan bilang, “Ini sudah buka'an 4”. 

Sampai hari ini belum mudeng apa itu maksud buka'an satu, dua dan seterusnya, hehehe. Intinya Bidan tersebut berkata bahwa besok pagi akan lahir bayinya. Deggg. Langsung disuruh menginap.

Alhamdulillah Birahmatillah. Jam 7 pagi, lahirlah anak pertama kami. Kami mengucap banyak syukur, karena proses kelahirannya lancar semua. Ibu dan anaknya selamat. Jenis kelamin perempuan (sesual perkataan Habib Jafar saat Istri lagi hamil 3 atau 4 bulan, bahwa anaknya perempuan).

Kira-kira jam 9 pagi, telpon berdering. Khodim-nya Habib Jafar. Bilang bahwa Habib Jafar mau bicara. 

Kalimat yang pertama yang ditanyakan Habib Jafar di telpon tersebut adalah “Anakmu wes lahir?”

Lalu kujawab '”Alhamdulillah Bib, tadi jam tujuh pagi lahirnya”.

Lalu Habib Jafar berkata, “Aku nek kondo sesuk lahir yoo sesuk lahir (Aku kalau bilang besok lahir yaa besok akan lahir). Habib Jafar tertawa tertawa di seberang telpon.

Lalu kutanya, 'Bib, Jenengke sopo? (Bib, anaknya dinamakan siapa?)”. 

Spontan beliau menjawab, “Jenengke Fatimah. Ben entuk barokahe Siti Fatimah” (Namakan Fatimah. Biar dapat keberhakan Sayidah Fatimah putri Nabi SAW). 

Deggg. Kembali Habib Jafar mengkasyf isi hatiku. Kami memang sudah merencanakan akan memberi nama Fatimah jika anaknya perempuan. Itu hasil rembukan aku dan istri. Tak ada yang tau kecuali kami.

Bismillah, namanya Fatimah. Lalu kutambahi Sukaina. Jadilah Fatimah Sukaina. Dan hari ini, ia berulang tahun ke 12. Ia lahir 7 Oktober 2008 atau 7 Syawal 1429. Lahir jam tujuh pagi. Setiap ia berulang tahun, ingatanku selalu tentang proses kelahirannya. Semoga dijadikan anak yang shalihah.. Aamin.

*) Sumber : Habib Nauval Mutahar, Semarang