Kode Nama Orang Bali

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Orang Bali
Orang Bali
grosir-buah-surabaya

Rahasia sistem pengarsipan keluarga bersumber dari naskah kuno.

Kamu murid baru yang bersekolah di Bali. Sebelum pelajaran dimulai, gurumu mengabsen murid satu-satu.

"Loh, kok namanya banyak yang kembar?" tanyamu dalam hati bingung. 

Nama 'Wayan' ada lebih dari 6 orang, nama 'Made' juga gak kalah banyaknya. Dalam budaya Bali ini adalah hal yang normal. 

Keseragaman nama di Bali itu bukan kebetulan atau minim ide, tapi merujuk pada kearifan lokal yang tertulis dalam kitab Sastra Kanda Pat Sari. Kitab inilah yang merumuskan konsep Catur Sanak (Empat Saudara).

Orang Bali meyakini harmoni kehidupan bergerak dalam energi kelipatan empat, lalu diterjemahkan menjadi sistem urutan kelahiran yang sekarang kita kenal: Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. 

Inilah makna dari keempat urutan nama dalam catur sanak tersebut :

Wayan (Wayah atau Wayahan)

'Paling tua' atau 'paling matang'. Diberikan kepada anak sulung yang diharapkan menjadi terdepan dan berfikir matang.

Made (Madya)

'Tengah'. Diberikan kepada anak ke-2. Menjadi penengah atau perantara, baik diantara saudara-saudaranya maupun dalam kehidupan sosial.

Nyoman (Anom)

'Muda' atau 'Kecil'. Diberikan ke anak ke -3. Menandakan bahwa ia adalah yang termuda setelah dua orang kakaknya.

Ketut (Ketuut)

'Mengikuti' atau 'membuntuti'. Diberikan ke anak ke-4.Diibaratkan sebagai anak "bonus" yang sangat disayang.

Empat nama dasar itu, diikuti dengan penanda jenis kelamin di depannya.

'I' untuk laki laki (I Wayan atau I Made) serta 'Ni' untuk perempuan (Ni Wayan atau Ni Made).

Kedua nama itu jadi penanda kalau orang itu berasal dari kasta Sudra (rakyat biasa). 

Nah, untuk kasta yang lebih tinggi nama depan pasti akan berubah!

Kasta Waisya

Laki-laki menjadi Gusti dan perempuan menjadi Gusti Ayu.

Kasta Ksatria

Laki-laki menjadi Anak Agung dan perempuan menjadi Anak Agung Ayu.

Kasta Brahmana

Laki-laki menjadi Ida Bagus dan perempuan menjadi Ida Ayu.

Uniknya, orang Bali percaya cukup 3 anak dalam satu keluarga.

Nyoman (anak ketiga) dianggap anak terakhir. Sementara Ketut (anak keempat) dianggap anak di luar hitungan ideal, sehingga sering disebut sebagai "anak bonus".

Kepercayaan ini juga berkaitan dengan konsep Hindu Bali yang kuat dengan angka tiga :

Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan)

Tri Murti (tiga dewa utama)

Tri Kaya Parisudha (tiga perilaku suci)

Nama adalah Doa.

Bagi orang Bali, nama bukan panggilan biasa, namun di dalamnya ada makna keselarasan hidup dan harapan kebaikan sepanjang hidupnya. (*)