Anton, Dari Birokrat hingga Menjadi Bupati Rokan Hulu

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Anton
Anton
grosir-buah-surabaya

Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, resmi memulai babak baru pembangunan di bawah komando seorang nakhoda teknokrat. Anton, seorang birokrat berpengalaman yang lama malang-melintang di dunia infrastruktur daerah, kini resmi mengemban amanah sebagai Bupati Rokan Hulu untuk masa jabatan periode 2025–2030.

Pria kelahiran 20 Oktober 1974 ini resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025. Langkah Anton menuju kursi nomor satu di daerah berjuluk "Negeri Seribu Suluk" ini menjadi bukti nyata dari sebuah lompatan karier yang matang, bergerak dari pelaksana teknis birokrasi menuju puncak kepemimpinan eksekutif.

Latar Belakang Teknokrat dan Jejak Pengabdian di Rokan Hulu

Kelebihan utama Anton terletak pada penguasaannya yang mendalam terhadap pemetaan wilayah dan kebutuhan infrastruktur di Rokan Hulu. Ia merupakan seorang insinyur yang menamatkan pendidikan di Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 1998, sebelum akhirnya memperdalam ilmu manajemen dengan meraih gelar Magister Ekonomi di STIE IBII pada tahun 2002.

Mengawali pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, karier Anton melesat berkat kapasitas keilmuan dan kinerjanya yang terukur. Puncak karier birokrasinya dicapai saat ia dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Bupati H. Sukiman untuk periode 2017–2024.

Pengalaman panjang mengelola pembangunan jalan, jembatan, dan tata ruang di Rohul inilah yang membentuk karakternya menjadi pemimpin yang visioner, detail, dan paham betul urat nadi permasalahan di akar rumput.

Kemenangan Sengit di Pilbup 2024 dan Ujian di Mahkamah Konstitusi

Memasuki tahun 2024, Anton mengambil keputusan besar untuk pensiun dini dari birokrasi demi memperluas ruang pengabdiannya melalui jalur politik. Ia maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Rokan Hulu dengan menggandeng politikus senior, Syafaruddin Poti. Duet teknokrat-politisi ini disokong oleh koalisi kuat yang terdiri dari Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Hanura, PBB, dan Partai Ummat.

Dalam pesta demokrasi yang diikuti oleh lima pasangan calon tersebut, pasangan Anton–Syafaruddin Poti sukses keluar sebagai pemenang setelah meraup suara tertinggi, yakni sebanyak 102.846 suara atau setara dengan 38,55�ri total suara sah.

Legitimasi kemenangan ini sempat diuji melalui jalur hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pasangan calon lain. Namun, Mahkamah Konstitusi secara resmi menolak gugatan tersebut melalui Putusan Nomor 34/PHPU.BUP-XXIII/2025 yang dibacakan pada 4 Februari 2025, sekaligus menegaskan bahwa kemenangan pasangan Anton-Poti adalah sah dan final di mata hukum.

Menatap Masa Depan Rokan Hulu yang Lebih Maju

Pasca-putusan Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Rokan Hulu langsung bergerak cepat menetapkan keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Langkah ini disusul dengan pengumuman resmi oleh DPRD Rokan Hulu dalam Rapat Paripurna pada 10 Februari 2025, hingga akhirnya memuncak pada prosesi pelantikan khidmat di Istana Negara.

Kini, dengan modal pengalaman matang di dinas teknis dan dukungan politik yang solid, duet Anton dan Syafaruddin Poti diharapkan mampu membawa lompatan besar bagi Rokan Hulu. Sektor pembenahan infrastruktur pedesaan, optimalisasi potensi kelapa sawit, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Rokan Hulu dalam lima tahun ke depan. (*)

*) Source : Nasrul Koto Ps