Hizib Awtad Syekh Abdul Qadir Al Jailani RA
Syekh Abdul Qadir al-Jailani (1077-1166 Masehi) adalah ulama sufi besar pendiri Tarekat Qadiriyah, yang diakui sebagai Ghausul Azam (penolong agung). Syekh Abdul Qadir al-Jailani dikenal karena kejujuran, ilmu tasawuf, dan karomahnya, termasuk penyusunan Hizib Autad (Allahul Kafi) yang diamalkan untuk memohon perlindungan.
Ajaran Syekh Abdul Qadir al-Jailani menekankan keseimbangan syariat, tarekat, dan hakikat.
Poin Penting Kehidupan Syekh Abdul Qadir al-Jailani :
Kelahiran dan Asal Usul
Syekh Abdul Qadir al-Jailani lahir pada 1 Ramadhan 470 H (1077 Masehi) di Gilan (Iran), pesisir selatan Laut Kaspia. Syekh Abdul Qadir al-Jailani keturunan langsung Nabi Muhammad SAW.
Masa Kecil dan Pendidikan
Dikenal jujur sejak kecil, bahkan saat dirampok dalam perjalanan menuntut ilmu ke Baghdad, beliau tetap berkata jujur membawa uang bekal, yang akhirnya membuat perampok bertaubat.
Gelar dan Pengaruh
Dijuluki Sultanul Auliya (pemimpin para wali), Ghaus-ul-Azam, dan Pir Dastgir. Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah tokoh sufi berpengaruh yang ajarannya masih hidup hingga kini.
Keluarga
Memiliki 49 anak (27 putra dan 22 putri) dari empat istri yang setia.
Karomah
Dikenal memiliki banyak karomah, termasuk kisah menghidupkan hewan yang mati.
Karya dan Hizib
Menyusun berbagai doa, salah satunya yang populer adalah Hizib Autad ("Allahul Kafi, Rabbunal Kafi...").
Syekh Abdul Qadir al-Jailani wafat di Baghdad, Irak, pada tahun 1166 Masehi.
Ajaran Syekh Abdul Qadir al-Jailani berfokus pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan kedekatan kepada Allah SWT melalui tasawuf.
Diantara karya b Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah hizib autad yang sangat terkenal fadhilah dan keutamaannya :
حِزْبُ الْأَوْتَادِ
{لِسَيِّدِي الشَّيْخ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِي}
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
١. اَللهُ الْكَافِي رَبُّنَا الْكَافِي قَصَدْنَا الْكَافِي وَجَدْنَا الْكَافِي
لِكُلٍّ كَافِي كَفَانَا الْكَافِي وَنِعْمَ الْكَافِي اَلْحَمْدُ للهِ
حَسْبُنَا اللهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَ نِعْمَ النَّصِيْرُ
{ ٣ × }
وَكَفَى اللهُ الْمُؤْمِنِيْنَ الْقِتَالَ { ٤ × }
آمِيْن . { ٥ × } يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ ...
_
{ ديفون واهوس بعد الصبح اتوى قبل الصبح × ٣ }
فائداهى:
{ كاغكى كجو كوفان سكابيهانى فركارا , كاغكى ندرساكى رزقي, كاغكى فاكرى بدان / اواك }
keterangan:
Dibaca setelah Subuh atau sebelum Subuh sebanyak 3 kali.
Faidahnya: Untuk kecukupan dalam segala perkara/urusan, untuk melancarkan rezeki, dan untuk pagar badan/diri. (*)
Editor : Bambang Harianto