Erwiza Erman, Sejarawan yang Kupas Tuntas Dunia Pertambangan

avatar M Ruslan
  • URL berhasil dicopy
Erwiza Erman
Erwiza Erman
grosir-buah-surabaya

Menelusuri sejarah sebuah bangsa tidak melulu soal peristiwa politik atau peperangan. Di tangan Dr. Erwiza Erman, MA., sejarah dikupas melalui sudut pandang yang unik dan mendalam, yakni melalui dinamika sosial, ekonomi, dan politik di balik dunia pertambangan Indonesia.

Lahir pada tahun 1957 di Kampuang Talago, Jorong Balai Gurah, Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Erwiza Erman dikenal luas sebagai ilmuwan senior dan sejarawan papan atas Indonesia. Kiprah puncaknya di dunia penelitian dicapai saat ia mengabdi sebagai Peneliti Utama pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)—yang kini telah melebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Perjalanan Akademik dan Beasiswa dari Pemerintah Belanda

Ketertarikan Erwiza Erman pada dunia sejarah sudah terpupuk sejak masa mudanya di Ranah Minang. Ia menyelesaikan seluruh pendidikan dasar hingga menengahnya di Kota Bukittinggi, sebelum akhirnya melanjutkan ke jenjang tinggi :

Sarjana Muda: Diraih dari IKIP Padang (sekarang Universitas Negeri Padang).

Gelar Sarjana (S1) : Menyeberang ke tanah Jawa, ia sukses meraih gelar Sarjana bidang Ilmu Sejarah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1982.

Gelar Magister (S2): Bakat risetnya yang cemerlang membuat Erwiza Erman mendapatkan beasiswa bergengsi dari pemerintah Belanda untuk mengikuti program Pascasarjana dengan pelatihan khusus di Free University (Program Sandwich). Ia kemudian resmi menyandang gelar Master of Arts (MA) bidang Sejarah dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1991.

Gelar Doktor (S3) : Langkah akademiknya semakin paripurna ketika ia berhasil meraih gelar PhD (Doktor) di bidang Sosiologi dari University of Amsterdam, Belanda, pada tahun 1999.

Pakar Sejarah Sosial-Ekonomi Dunia Pertambangan

Di kalangan akademisi, nama Erwiza Erman sangat disegani karena konsistensinya dalam meneliti sektor pertambangan Nusantara. Jika kebanyakan orang melihat tambang hanya sebatas komoditas, Erwiza justru menggali lebih dalam mengenai nasib para buruh, konflik politik lokal, pengaruh kolonial, hingga dampak ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar.

Salah satu fokus riset terkenalnya mencakup sejarah buruh tambang batu bara di Sawahlunto (Ombilin) dan industri timah di Bangka Belitung. Karya-karya tulis dan bukunya kini menjadi rujukan utama bagi para akademisi, sejarawan muda, serta pengambil kebijakan industri ekstraktif di Indonesia.

Melalui dedikasi dan ketajaman analisisnya, putri asli Ampek Angkek ini telah membuktikan bahwa sejarah pertambangan adalah cermin besar yang merekam perjalanan sosial-ekonomi bangsa Indonesia dari masa ke masa. (*)