Kontribusi Tasya Kamila bagi Indonesia sebagai Alumni Awardee LPDP
Tasya Kamila, artis yang populer di era tahun 1990-an ternyata sebagai salah satu Alumni Awardee LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Melalu akun Instagramnya (tasyakamila), dia membagikan pengalamannya saat kuliah di luar negeri dengan program LPDP.
Berikut kisahnya :
“Hai semua, sering kali aku ditanya soal apa kontribusiku sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Apalagi belakangan ini isu LPDP menjadi polemik. Buatku, kalian berhak bertanya soal ini!” tulis Tasya Kamila di Instagram miliknya yang dipost pada Selasa, 25 Februari 2026.
Tasya Kamila memandang, “Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau "investasi" kita semua melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa. Untuk itu, izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah ku lakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa.”
Background
Aku berkuliah S2 di Columbia University, Amerika Serikat, mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy pada tahun 2016-2018. Sedari mendaftar LPDP, aku sudah bekerja di bidang industri kreatif sebagai penyanyi, aktor, public speaker, dan figur publik.
Alasan berkuliah dengan jurusan tersebut: memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik karena sejak tahun 2005, sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup.
Selain itu aku punya cita-cita untuk jadi Menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong hehe. Tujuan perkuliahan: memperoleh ilmu, skill, koneksi/ network untuk bisa memanfaatkan platform ku sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan masyarakat umum (public), terutama di bidang keberlanjutan (sustainability).
Masa Kuliah 2016 -2018
Beberapa pencapaian saat masa kuliah adalah sebagai berikut:
- Lulus tepat waktu dengan IPK (GPA) 3.75.
- Aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: Sustainable Development Solutions Network - Youth, mewakili Pemuda Indonesia.
- Kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia, moderator, dan peserta.
- Saat masa studi pun sudah berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan manfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT (Nusa Tenggara Timur).
- Menjadi bendahara organisasi Mahasiswa Asia Tenggara di kampus, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke komunitas kampus.
- Magang di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) untuk mempelajari lebih dalam soal kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Juga sebuah pencapaian:
Tetap waras selama studi dan bisa selesaikan kuliah walau diterpa cobaan seperti saat Almarhum Papa wafat, aku nggak bisa pulang nggak bisa mensholatkan dan memakamkan Papa karena saat itu lagi masa ujian di kampus.
Masa Bakti (2018-2023)
Disclamer. LPDP tidak menuliskan secara eksplisit apa bentuk "kontribusi untuk Indonesia" selama Masa Bakti. Menurutku, LPDP percaya bahwa Awardee-nya memiliki cara dan kapasitasnya masing-masing untuk berkontribusi.
Berikut beberapa bentuk tanggung jawab dan kontribusiku bagi Indonesia selama Masa Bakti LPDP 2n+1 pasca lulus (2018-2023):
1. berkomitmen untuk PULANG ke Indonesia pasca lulus dan selama masa bakti.
2. Menjadi jembatan antara Pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik;
- Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup (dan Kehutanan): terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan baik offline maupun online, hosting podcast, hingga menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022.
- Bekerjasama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan Pemerintah Daerah untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai beragam program pemerintah.
- Beberapa Kementerian & Lembaga yang telah bekerjasama: KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Kemenko Maritim & Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo (Komdigi), Kementerian Pendidikan. Kementerian Perdagangan. Kementerian Pariwisata, Kementerian BUMN, Bappenas (Badan Perencanaan Nasional), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), bahkan LPDP itu sendiri, dan masih banyak lagi.
3. Melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui Yayasan Green Movement Indonesia;
- Membagikan berbagai materi edukasi melalui sosmed hingga workshop soal pilah sampah, mengompos dari rumah, dan berbagai isu lingkungan lainnya.
- Membentuk komunitas peduli lingkungan dengan lebih dari 500 volunteers.
- Berkolaborasi dengan FMCG dan toko ritel untuk menghadirkan dropbox sampah kemasan.
- Berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk program carbon offset, circular economy, reboisasi dan menanam mangrove.
4. Memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan;
- Telah menghadiri lebih dari 100 acara sebagai pembicara, mengunjungi setidaknya 50 universitas dan sekolah di Indonesia, dan menjangkau lebih dari 10.000 pemuda Indonesia.
- Melalui sosmed (sosial media), kerap membagikan tips dan motivasi untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk berbagi tips untuk memperoleh beasiswa LPDP. Video soal perkuliahan S2 ku telah ditonton lebih dari 1 juta kali di Youtube.
5. Sempat menjadi pengajar untuk sebuah platform pendidikan online (mengajar geografi/ lingkungan dan bahasa inggris untuk tingkat SMA).
6. Berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia dan melestarikan lagu anak Indonesia;
- Musik merupakan bagian dari budaya dan lagu anak yang berkualitas mendukung perkembangan anak.
- Lagu "Apa Kabar" bersama Arrasya yang dirilis tahun 2023 mencapai lebih dari 10juta views di Youtube. Lagu ini mendapatkan penghargaan AMI Awards di 2024.
7. Menggunakan platform sosmed untuk membagikan informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan demi mendukung Generasi Emas Indonesia!!
Sekian laporan kontribusi Tasya Kamila selama Masa Bakti Alumni Awardee LPDP. Namun buatku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan.
Di zaman sekarang, aku rasa ada banyak cara dan kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada negeri. Baik itu secara konvensional (seperti bekerja di kantor), maupun secara modern (seperti mejadi influencer yang bisa menggerakan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy, and vice versa).
Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para Ibu Rumah Tangga. (*)
Editor : S. Anwar