Sosok Putra Koto Gadang yang Dipercaya Menjadi Perisai Hidup 2 Presiden

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Jasril Jakub
Jasril Jakub
grosir-buah-surabaya

Bicara soal Koto Gadang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kita pasti langsung teringat dengan tanah yang melahirkan begitu banyak pemikir besar, diplomat, dan intelektual bangsa. Namun, tahukah Anda bahwa dari nagari yang indah ini, lahir juga seorang jenderal elit TNI yang memegang kunci keselamatan "Ring 1" Istana Negara?

Dia adalah Letnan Jenderal TNI (Purn.) Jasril Jakub. Bukan sembarang perwira, sosoknya adalah jenderal bintang tiga dari Korps Polisi Militer (CPM) yang diberi tanggung jawab teramat vital: menjadi perisai hidup dan pengawal kepercayaan dua Presiden Indonesia di masa-masa paling bersejarah.

Mengawali Karier dari Korps Baret Biru

Jasril Jakub mengawali pengabdiannya di dunia militer setelah berhasil menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) pada tahun 1965.

Sejak awal, Jasril Jakub dibesarkan di bawah bendera Corps Polisi Militer (CPM). Keahlian tingkat tinggi dalam hal penegakan hukum, disiplin ketat, dan taktik pengamanan khusus inilah yang membentuk karakter Jasril menjadi perwira yang sangat teliti, dingin, dan penuh perhitungan. Karakter kuat inilah yang kemudian membawanya masuk ke lingkaran terdalam kekuasaan.

Diipercaya Menjaga Dua Presiden di Era Berbeda

Rekam jejak karier Letjen Jasril Jakub menjadi bukti betapa besarnya loyalitas dan kapasitas yang beliau miliki. Dua posisi paling sensitif di negeri ini sukses ia nahkodai dengan gemilang:

Komandan Paspampres (Era Presiden Soeharto)

Di masa pemerintahan Orde Baru, Jasril Jakub dipercaya memimpin Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tugasnya berat dan tak boleh ada celah sedikit pun: memastikan keselamatan fisik sang kepala negara beserta keluarganya setiap detik, setiap waktu.

Sekretaris Militer Presiden (Era Presiden B.J. Habibie)

Saat Indonesia memasuki badai transisi Reformasi, kepercayaan negara kepadanya tidak luntur. Di bawah kepemimpinan Presiden BJ Habibie, beliau diangkat menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sekmil). Di posisi krusial inilah beliau bertindak sebagai jembatan utama antara presiden dengan institusi TNI/Polri dalam urusan administrasi dan kebijakan militer tertinggi.

Hingga masa purnatugasnya dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Bintang Tiga), Jasril Jakub telah menunaikan tugas sucinya dengan sangat terhormat. asril Jakub membuktikan bahwa pemuda dari kaki Gunung Singgalang mampu berdiri tegak mengawal jalannya sejarah di Istana Merdeka. (*)