KH Abdullah Zain Salam, Ulama Sufi Karismatik dari Pati

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
KH Abdullah Zain Salam
KH Abdullah Zain Salam
grosir-buah-surabaya

Di Desa Kajen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pernah hidup seorang ulama sufi yang begitu disegani karena kezuhudan, keluasan ilmu, dan keteguhannya dalam menjaga syariat Islam. Beliau adalah KH Abdullah Zain Salam, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Dullah. Sosok beliau dikenang bukan karena kemegahan dunia, melainkan karena akhlak, keikhlasan, dan keteladanannya yang terus hidup di hati para santri hingga sekarang.

KH Abdullah Zain Salam lahir di lingkungan keluarga ulama yang memiliki silsilah keilmuan yang sangat kuat. Beliau merupakan keturunan dari Syekh Ahmad Mutamakkin, seorang ulama besar sekaligus waliyullah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di wilayah Pantai Utara Jawa. Sejak kecil, Mbah Dullah tumbuh dalam suasana yang sarat dengan tradisi ilmu, ibadah, dan pendidikan pesantren.

Perjalanan hidup beliau dipenuhi dengan semangat menuntut ilmu. Berbagai disiplin ilmu agama dipelajari secara mendalam, mulai dari Al-Qur'an, hadis, fikih, tasawuf, hingga akhlak.

Namun, keistimewaan beliau tidak hanya terletak pada keluasan ilmunya, melainkan juga pada kemampuannya mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Mbah Dullah dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Beliau menghindari kemewahan, tidak mengejar popularitas, dan lebih memilih hidup bersama masyarakat. Sikap tawaduk membuat beliau dicintai oleh para santri, para ulama, maupun masyarakat umum. Banyak orang datang meminta nasihat, doa, dan bimbingan spiritual kepada beliau.

Dalam dunia tasawuf, Mbah Dullah dikenal sebagai seorang sufi yang selalu menegaskan bahwa hakikat tidak boleh dipisahkan dari syariat. Menurut beliau, seseorang tidak akan mencapai kedekatan kepada Allah tanpa menjalankan syariat secara benar. Karena itu, beliau selalu mengajarkan keseimbangan antara ibadah lahir, penyucian hati, dan akhlak mulia.

Beliau juga memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan. Mengajar, membimbing santri, dan menjaga tradisi pesantren menjadi bagian dari pengabdian beliau sepanjang hidup. Banyak murid yang kemudian menjadi ulama dan melanjutkan perjuangan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di berbagai daerah.

Masyarakat Kajen mengenang Mbah Dullah sebagai sosok yang istiqamah. Dalam setiap keadaan, beliau tetap menjaga ibadah, mengajarkan kesabaran, serta mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam beramal.

Keteladanan inilah yang membuat nama beliau tetap harum meskipun telah wafat.

Pada 11 November 2001, KH Abdullah Zain Salam berpulang ke rahmatullah. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, dan umat Islam. Meski demikian, warisan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai spiritual yang beliau tinggalkan terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Hingga kini, nama Mbah Dullah Kajen tetap dikenang sebagai salah satu ulama sufi besar dari Jawa Tengah yang mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan diukur dari harta atau kedudukan, melainkan dari keikhlasan beribadah, keluasan ilmu, serta manfaat yang diberikan kepada sesama manusia. (*)