Pengamat Ungkap Tim SAR Tidak Terjunkan Helikopter Saat Evakuasi Turis Asal Brasil

Reporter : Redaksi
Helikopter

Turis asal Brasil, Juliana Marins jatuh ke tebing Gunung Rinjani dengan kedalaman kurang lebih 600 meter pada Sabtu, 21 Juni 2025. Mendapat kabar itu, Tim Search and Rescue (SAR) melakukan upaya untuk melakukan evakuasi.

Namun karena medan yang curam ditambah cuaca ekstrim, Tim SAR kesulitan untuk mencapai titik lokasi keberadaan Juliana Marins. Setelah empat hari melakukan upata evakuasi, Tim SAR berhasil menjaungkau keberadaan Juliana Marins.

Baca juga: Pendaki Swiss dan Belanda Jatuh di Rinjani Berhasil Dievakuasi Helikopter, Kenapa Juliana Marins Tidak Bisa?

Saat ditemukan, Juliana Marins sudah dalam keadaan meninggal dunia. Banyak yang mempertanyakan kepada Tim SAR lamban mengevakuasi Juliana Marins, apalagi Tim SAR memiliki helikopter untuk mendukung upaya evakuasi tersebut.

Menanggapi itu, Pengamat Penerbangan, Gerry Soejatman menilai, tidak semua helicopter rescue itu se-ideal di film-film.

B206-L4

“Ini lagi ramai kasus pendaki wanita asal Brasil yang terjatuh di Gunung Rinjani. Banyak yang nanya, ‘Kenapa kok gak pakai helicopter untuk rescue?’ Ya, memang, BASARNAS punya helicopter untuk rescue operations. Cuma, kejadian lokasi ada di ketinggian 10,000 kaki, dimana korban jatuh di lereng ke ketinggian sekitar 9.400 feat,” jelasnya.

Baca juga: Menerka Sebab Juliana Marins Jatuh Untuk Kedua Kalinya

Alasan lain menurut Gerry Soejatman, ialah helikopter ketika mau terbang mountain rescue, benar-benar tergantung dengan cuaca dan kemampuan helikopternya. Helicopter yang dioperasikan BASARNAS ada AW139 dan AS365. Yang AW139 ada 1, sisanya AS365.

AS365 US Coast Guard

“Mau hoisting, helicopter harus hover. Untuk hover ada definisi kategori hover. Hover In Ground Effect (IGE) dan Hover Out of Ground Effect (OGE). Hover IGE itu kalau helicopter dibantu oleh bantalan tekanan udara tinggi dari baling-balingnya. Ini IGE cuman sampai sekitar 10 meter - 15 meter di atas permukaan tanah datar. (Jelas lokasi korban bukan di tanah datar). Nah, kalau tidak hover IGE, ya harus hover OGE. Disinilah kita ketemu masalahnya,” jelasnya.

Baca juga: Juliana Marins dan Orang Eropa Penakluk Istana Sakral Dewi Anjani

Katanya, “Untuk helicopter AW139, ketinggian maksimum untuk hover OGE adalah 8130 kaki diatas permukaan laut. Untuk AS365, hover OGE maksimum bisa dilakukan di 3740ft. Jadi disini bisa kelihatan, heli BASARNAS tidak akan bisa melakukan hoisting rescue korban, mau cuacanya bagus sekalipun. Untuk perbandingan, Blackhawk aja hover OGE max di 6.200 ft.”

AW139

“Kok, ujung-ujungnya di evakuasi pakai helicopter dari Sembalun? Iya lah, Sembalun ketinggiannya cuman 3.000 ft. Apalagi pake Bell 206L4 sipil yang hover OGEnya bisa sampai 6.500 ft. Cuman tetep, tidak bisa rescue di lerengnya pakai heli ini juga. Semoga jelas dan bermanfaat,” penjelasan Gerry Soejatman. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru