Pembina Yayasan Panca Wahana Sebut Somasi PCNU Bangil Salah Alamat

Reporter : Redaksi
Najib Syafi'i, pendiri Yayasan Panca Wahana (kanan)

Najib Syafi'i selaku pendiri Yayasan Panca Wahana menyebut somasi yang dilayangkan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, Kabupaten Pasuruan, kepada Notaris Retno salah alamat. Bahkan, Gus Mujib sapaan Najib Syafi'i, menuding pengangkat Minhah Makhzuniyah sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) cacat hukum. 

"Somasi dilayangkan PCNU Bangil ke Notaris itu salah alamat. Dan yayasan harus melaporkan ke Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta)," kata Gus Mujib pada awak media, pada Kamis (16/4/2026). 

Baca juga: Pembina Yayasan Panca Wahana Siap Adu Legalitas Terkait UNUBA

Gus Mujib menerangkan, dalam mengangkat Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) baru harus melalui beberapa tahapan, mulai dari rekrutmen penjaringan sampai sampai penetapan.  

"Bukan asal-asalan. Harus melalui mekanisme," jelasnya.  

Menurut Gus Mujib, proses pengangkat Minhah Makhzuniyah sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) tidak sesuai aturan hukum. Karena diangkat oleh Ketua Yayasan Panca Wahana yang masa berlakunya telah habis. Parahnya lagi, pengangkatan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) baru tidak dilaporkan ke Kopertis VII. 

Baca juga: Pendiri Yayasan Panca Wahana Tuding Pemilihan Rektor UNUBA Cacat Hukum

"Jika ada pihak-pihak yang tidak paham. Ayo kita sama-sama ke Kopertis biar jelas dan gamblang. Jangan juga omon-omon saja," ajaknya. 

Ia pun mengeklaim memiliki bukti-bukti kuat terkait Yayasan Panca Wahana. Mulai akte notaris yang sudah diperbarui sampai surat-surat penunjang yang lain. Gus Mujib berkeyakinan bahwa Kopertis VII Jawa Timur lebih percaya pengurus lama. 

Baca juga: Muncul Dualisme Yayasan, BEM Universitas Nahdlatul Ulama Bangil Demo

Eddy Supriyanto selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Bangil periode 2025-2030 memilih no comment terkait dengan pernyataan Gus Mujib. 

"No comment kalau soal itu," singkatnya. (dik)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru