Berdasarkan aturan FIFA (Fédération Internationale de Football Association) di masa kini, campur tangan pemerintah pada persepakbolaan suatu negara bisa menerima hukuman berupa pembekuan seperti yang terjadi di Indonesia. Namun, pada Piala Dunia edisi pertama pada tahun 1930, salah satu skuad dari Eropa berisikan para pemain yang ternyata dipilihkan oleh raja mereka sendiri, yang dikenal playboy dan problematic.
Sang Pangeran Playboy
Baca juga: Daftar Peserta Piala Dunia 2026
Pangeran Carol dari Rumania lahir di Istana Peles, Rumania, pada 15 Oktober 1893 dan merupakan putra dari Raja Ferdinand I dari Rumania yang berdarah Jerman dan beragama Katolik Roma, berbeda dengan mayoritas masyarakat Rumania yang menganut Kristen Ortodoks.
Pangeran Carol tumbuh menjadi pemuda problematik dimana ia sempat kabur dari satuannya sebagai prajurit ketika Perang Dunia I dan juga dikenal sebagai playboy yang memiliki banyak kekasih. Pangeran Carol sempat menikah dengan wanita biasa bemama Zizi Lambrino pada tahun 1918, namun Parlemen Rumania menganulir pernikahan keduanya pada tahun 1919 yang menghasilkan satu anale karena dianggap melanggar konstitusi.
Mengkudeta Putranya Sendiri
Pangeran Carol akhirnya menikahi Putri Helen dari Yunani pada tahun 1921 dan memiliki seorang putra yang juga pewaris takhta di bawah Pangeran Carol, Mihail sebelum keduanya bercerai pada tahun 1928. Namun, sifat playboy Pangeran Carol tidak hilang dan kali ini dia menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Magda Lupescu. Hal ini membuat parlemen dan ayahnya berang sehingga pada tahun 1925, status pewaris takhta Pangeran Carol dicabut dan ia diasingkan ke Paris.
Mihail, putra Carol kini menjadi pewaris takhta langsung, dan naik sebagai raja di usia 5 tahun setelah sang kakek meninggal pada tahun 1927. Namun, situasi yang tak stabil di Rumania pasca kematian Raja Ferdinand I dimanfaatkan oleh Pangeran Carol untuk mengkudeta anaknya sendiri pada 8 Juni 1930 setelah kembali ke Rumania berkat bantuan sekutu-sekutunya di parlemen.
Pemerintahan Yang Problematik
Sebagai permulaan, Carol yang kini bergelar Carol II melakukan pengkultusan pribadi untuk mengubah citranya yang buruk sebagai playboy. Masa pemerintahannya bisa dibilang kontroversial karena banyak mengelilinginya dengan kroni-kroni korup.
Dianggap anti-semit karena menandatangani aturan pengusiran serta pencabutan kewarganegaraan 50 ribu orang Yahudi dari Rumania oleh Perdana Menteri anti-semit, Octavian Goga, serta yang paling kontroversial adalah mengangkat diri sebagai diktator pada tahun 1938 untuk mencegah ancaman dari kelompok fasis yang semakin kuat dimana ia membubarkan parlemen, menghentikan konstitusi, hingga memberlakukan darurat militer dan mengekang kebebasan berbicara masyarakat.
Memilih Para Pemain Timnas Untuk Piala Dunia
Baca juga: Untung Rugi TVRI Membeli Hak Siar Piala Dunia 2026
Carol II juga diketahui penggemar berat Sepakbola sehingga satu hal pertama yang ia lakukan adalah memasukan Rumania ke Piala Dunia pertama yang diadakan di Uruguay pada tahun 1930. Adalah Carol II sendiri yang memilih skuad Rumania untuk Piala Dunia dimana sanksi serta larangan bermain dari beberapa pemain diputihkan.
Hal paling nekad adalah Carol tahu beberapa pemain andalan bekerja di sebuah perusahaan minyak Inggris dimana kantor mereka menolak memberi cuti, bahkan mengancam akan memecat mereka jika nekad ke Uruguay. Namun, Carol II mengancam akan mencabut izin perusahaan sehingga para pemain dilepas dan dapat cuti berbayar.
Carol juga dikabarkan ikut berlatih dengan timnas dalam persiapan ke Uruguay. Rumania tersingkir dari Piala Dunia setelah menang sekali lawa Peru namun kalah melawan Uruguay di Grup 3.
Tersingkir Saat Perang Dunia II
Dengan pecahnya Perang Dunia II, Carol II memposisikan Rumania tetap netral. Namun, ketika Perancis yang merupakan sekutu terkuat Rumania jatuh ketangan Jerman, Carol II menyatakan bersekutu dengan Om Kumis untuk menjamin Rumania tidak diserang Jerman.
Namun, semakin bertambah kuatnya kelompok fasis Iron Guard pimpinan lon Antonescu serta lepasnya beberapa wilayah Rumania ke negara-negara tetangga seperti Soviet, Hungaria dan Bulgaria membuat Carol II terdesak dan menyatakan turun takhta pada 6 September 1940 serta digantikan oleh putranya yang naik takhta kembali, Mihail.
Carol II meninggalkan Rumania dengan kereta membawa kekayaanya. Iron Guard berusaha menghabisinya dengan menembak keretanya ketika melintasi Timisoara namun gagal.
Memiliki Citra Buruk Hingga Akhiri
Carol II kemudian kabur dengan kekasihnya Magda Lupescu, pertama-tama ke Meksiko, kemudian Brazil dimana ia menikahi Magda pada tahun 1947 dan akhirnya di Estoril, Portugal. Setelah Perang Dunia II selesai, Rumania kemudian menjadi negara komunis dibawah Soviet, Carol II sempat menawarkan diri sebagai raja bagi kelompok pro-monarki, namun ditolak dan mereka lebih memilih Mihail akibat reputasinya yang buruk, terutama oleh orang-orang Yahudi yang masih sakit hati.
Carol II wafat di Estoril, Portugal pada 4 April 1953. Jasadnya sempat dimakamkan di Lisbon sebelum dipindah ke Rumania pada tahun 2003. Raja Mihail yang sudah turun takhta tidak menghadiri pemakaman ayahnya karena jijik dengan perlakuan sang ayah pada ibunya. (*)
*) Source : inspecthistory
Editor : Zainuddin Qodir