Randall Hartolaksono, Ilmuwan Pencipta Cairan Anti Api dari Kulit Singkong

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Randall Hartolaksono
Randall Hartolaksono
grosir-buah-surabaya

Siapa sangka, kulit singkong yang kerap dianggap limbah tak berharga justru menjadi penyelamat dari amukan si jago merah di berbagai belahan dunia. Di tangan Randall Hartolaksono, saripati kulit singkong berhasil diubah menjadi bahan anti-api kelas dunia yang diakui secara internasional.

Temuan Tak Sengaja di Laboratorium London

Lahir di Surabaya pada 16 Maret 1956, Randall Hartolaksono sempat menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pangudi Luhur Jakarta sebelum akhirnya bertolak ke Inggris pada usia 18 tahun. Di sana, Randall Hartolaksono merampungkan gelar BSc dan MSc di bidang Teknik Mesin dari Queen Mary College, Universitas London.

Penemuan revolusioner ini bermula dari ketidaksengajaan pada tahun 1979. Saat itu, Randall sedang meneliti saripati kulit singkong untuk digunakan sebagai pelumas engsel robot. Namun, ia justru menemukan fakta mengejutkan: zat aktif seperti tripotasium sitrat dalam kulit singkong mampu memutus reaksi kimia berantai pada proses kebakaran.

Sempat Diragukan

Teori radikal bebas (free radical) yang diajukan Randall sempat ditolak oleh para ilmuwan. Namun, setelah melewati uji laboratorium yang ketat selama lima tahun, teorinya akhirnya diakui dunia.

Menembus Istana Buckingham hingga NASA

Formulasi anti-api ciptaan Randall tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki kekuatan luar biasa. Salah satu produk cat kayunya bahkan mampu membuat kayu tahan api hingga ratusan tahun. Salah satu produk unggulannya, AF11E, sukses mengantongi sertifikat standar uji kelayakan Amerika Serikat yang terkenal sangat ketat pada tahun 2000.

Kini, melalui bendera Hartindo Chemicatama Industri yang ia kelola sejak era 90-an, kerajaan bisnis Randall telah menggurita ke berbagai negara. Inovasi lokal dari kulit singkong ini terbukti mampu bersaing dan diadopsi oleh industri otomotif hingga lembaga prestisius dunia. (*)