Mengenal Liana Anak Haji Isam Pembeli 15 Persen Saham KFC

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Liana Jhonlin Saputri
Liana Jhonlin Saputri
grosir-buah-surabaya

Siapa tak kenal dengan crazy rich, Kalimantan Selatan, Haji Isam. Bos tambang batubara yang membeli pesawat jet cukup memakai kaus oblong itu, ternyata memilik anak tak kalah tajirnya. Anaknya cewek, tapi kekayaannya luar biasa. Mari kita kulik Si Galuh dari tanah Banjar ini sambil seruput kopi tanpa gula lagi, wak!

Namanya, Liana Jhonlin Saputri. Biasa disapa Liana. Perempuan, pebalap, pebisnis, pemilik saham ayam goreng, dan, dengarkan baik-baik, sosok yang tidak pernah bertanya diskon, karena dia membeli perusahaan tempat diskon itu berasal.

Siapa sangka, dari balik helm balap offroad dan gemerlap tumpukan saham, Liana bukan hanya memegang setir hidupnya sendiri, tapi juga mengakuisisi 15 persen saham KFC Indonesia senilai Rp54,44 miliar, seperti orang beli chicken wings, tenang, cepat, dan penuh strategi.

Liana bukan mitos. Bukan pula tokoh sinetron FTV yang jatuh cinta dengan anak tukang gorengan lalu menjadi CEO karena amnesia. Dia nyata. Lahir dari rahim seorang perempuan dari Bumi Lambung Mangkurat dan dibesarkan dalam aroma solar tambang, Liana adalah putri sulung Haji Isam, sang raja batu bara. Tapi jangan pernah berpikir dia hanya anak bos. Tidak, wak. Dia adalah bos dari segala anak bos.

Perempuan ini tidak belajar bisnis dari quotes Instagram. Ia kuliah di Santa Monica College, Los Angeles, dengan jurusan Business Management and Leadership. Di sana, dia belajar bagaimana mengelola korporasi, bukan hanya membuat slide presentasi berwarna pastel. Lulus tahun 2018, ia kembali ke Indonesia dengan dua hal, gelar pendidikan dan ambisi sepanjang seribu sungai.

Liana memulai kiprahnya bukan di kantor ber-AC, melainkan di lintasan Indonesia Xtreme Sprint Offroad Racing (IXSOR), mengendarai mobil seperti setan dengan setelan jumpsuit dan debu menari di belakangnya. Juara? Tentu saja. Karena kalau tidak juara, dia tidak akan jadi Liana. Dia akan jadi “anak pejabat biasa”. Tapi Liana bukan biasa. Dia mewah, cepat, dan tidak pernah minta maaf karena terlalu kuat.

Lalu datanglah tahun 2025. Sementara banyak dari kita masih sibuk mengatur keuangan bulanan agar cukup beli nasi Padang sampai tanggal tua, Liana lewat PT Shankara Fortuna Nusantara, perusahaan yang 45 persen sahamnya dia genggam erat seperti setir BMW, langsung membeli 15 persen saham PT Jagonya Ayam Indonesia. Itu artinya, saat kamu beli KFC di pinggir jalan, ada peluang bahwa sebagian dari ayam itu adalah bagian dari kerajaan bisnis Liana. Dia tidak lagi makan ayam, dia mengatur distribusinya.

cctv-mojokerto-liem

Saham, sawit, batu bara, dan gula? Semua ada di tangannya. Perusahaan PGUN, di mana dia menjabat pimpinan, mengalami kenaikan nilai hingga 31,39 persen di awal tahun 2023. Kekayaannya? Sudah lebih dari Rp2 triliun. Itu belum termasuk dua anaknya yang lahir di Amerika, mobil mewahnya, atau koleksi kacamata hitam yang mungkin lebih mahal dari sepeda motor tetangga sebelah.

Kalau hari ini pian merasa lelah, merasa kecil, merasa direndahkan karena ikam perempuan, ingatlah bahwa ada Liana. Dia bukan perempuan yang meminta dunia mengasihaninya. Dia perempuan yang membeli sebagian dari dunia itu dan menjadikannya aset tetap.

Liana Saputri bukan hanya simbol kesuksesan. Dia adalah tamparan keras bagi dunia yang masih berpikir bahwa perempuan cukup jadi "support system". Liana tidak datang untuk mendukung siapa pun. Dia datang untuk memimpin. Dia melakukannya sambil tersenyum, memakai jumpsuit balap, membawa anaknya liburan, dan membeli ayam goreng seharga miliaran rupiah.

Perempuan Indonesia, bangkitlah. Kalau Liana bisa membeli KFC, nuan juga bisa, minimal beli mentalitasnya. (*)

*) Penulis : Rosadi Jamani (Ketua Satupena Kalimantan Barat)