Warga Desa Bulusari Kehilangan Istrinya, Lapor ke Polsek Gempol

avatar Ach. Maret S.
  • URL berhasil dicopy
Pa'at dan Uyin Safitri
Pa'at dan Uyin Safitri
grosir-buah-surabaya

Pa'at, warga Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kehilangan istrinya yang kabur sejak 15 Juli 2025. Istrinya bernama Uyin Safitri (32 tahun).

Pa'at kemudian melapor ke Polsek Gempol. Laporan diterima oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Gempol, Aiptu Sukisno. Laporan diterima dengan bukti Surat Keterangan Orang Hilang nomor SKOH /1150 /IX/Yan 2.4 /2025/Polsek, pada Sabtu tanggal 6 September 2025 jam 11.30 WIB.

Dalam laporan tersebut tertulis, istri Pa'at bernama Uyin Safitri kabur dari rumahnya sejak 15 Juli 2025 sekira jam 01.30 WIB. Ketika itu, Pa'at sedang tidur. Pada pagi harinya, dia mendapati istrinya tidak di rumahnya.

"Meninggalkan rumah dan tidak pamit ke saya," kata Pa'at.

Pa'at tahu kondisi istrinya baik-baik saja. Karena setelah 2 minggu sejak kabur dari rumahnya, istri Pa'at mengabari keluarnya jika dalam kondisi sehat wal afiat.

"Namun tidak memberitahu keberadaannya," kata Pa'at.

cctv-mojokerto-liem

Pa'at berharap istrinya lekas pulang dan berkumpul lagi. Karena ada anak yang perlu bimbingannya. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan istrinya, Pa'at meminta agar menghubungi dirinya di nomor 082131794438. Bisa pula menghubungi kantor Polisi setempat.

Istri Pa'at, Uyin Safitri melalui klarifikasinya di akun Facebook "Endhell Bhawell" mengakui jika dirinya memang pergi dari rumahnya. Kepergiannya pun punya alasan kuat.

"Saya sudah ada itikad baik mau pulang, tapi dia tetap gak mau meninggalkan rumah saya. Sedangkan yang ditempati itu rumah saya. Biar masalah ini tidak berlarut-larut, share-share fotoku dimana-mana. Terakhir aku meninggalkan rumah, aku habis cekcok dengan dia (suaminya). Dia kasar sama saya. Dan aku usir bolak-balik tetap gak mau. Akhirnya saya pergi. Dan mohon maaf yang katanya aku tidak ada kabar, itu salah besar. Saya bahkan setiap hari berkabar sama keluarga dan anak. Bukan saya mau membela diri. Karena kalau aku gak angkat bicara seolah aku kejam terhadap anak. Saya ajak pisah baik-baik, malah dia gak mau. Dari awal saya pergi meninggalkan rumah udah klarifikasi. Tapi foto ini dishare dimana-mana. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, sekalian terima kasih."