Organisasi Papua Merdeka Mengklaim Tembak Mati 3 Prajurit TNI

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
TPNPB-OPM
TPNPB-OPM
grosir-buah-surabaya

Pemberontak Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim telah menembak mati 3 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam konfrontasi di Kampung Timobut, Distrik Sinak Barat, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pukul 06.56 WIT pada Kamis (18/09/2025).

Dalam pertempuran sporadis itu, menurut siaran pers Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang dirilis pukul 16.37, pihak pemberontak menyerang dengan pasukan gabungan 4 Kodap TPNPB-OPM sekaligus. Mereka menyerang menggunakan kombinasi senjata tradisional (panah dan ketapel) dan senjata api laras panjang.

Para kombatan yang berjibaku melakukan serangan berasal dari Kodap XVIII-Puncak Ilaga pimpinan Brigjend OPM Peni Murib, Kodap XXVI-Kyawagi pimpinan Brigjend Organisasi Papua Merdeka Biliru Murib, Kodap XXVII-Sinak pimpinan Brigjend OPM Militer Murib, dan Kodap XXVIII-Yambi pimpinan Brigjend OPM Tenggamati Enumbi.

Mengutip pernyataan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang dikirim kepada koresponden, sesaat setelah tertembaknya 3 prajurit TNI, pihak TNI langsung membakar rumah milik anggota Organisasi Papua Merdeka sambil melakukan penembakan di berbagai sisi.

"Jadi, setelah 3 militer Indonesia tewas, mereka langsung membakar rumah anggota TPNPB-OPM sambil menembak secara brutal. Mereka juga memasuki pemukiman warga, melakukan operasi mencari anggota kami," sebut Sambom.

Dikatakannya, pihaknya yang hanya berbekal beberapa pucuk senjata api dan senjata tradisional siap berperang melawan ribuan personel TNI, termasuk perlengkapan pendukung canggih, yang dikirim presiden Prabowo Subianto.

cctv-mojokerto-liem

Dalam kontak senjata yang berlangsung beberapa menit di wilayah dataran tinggi itu, aku Sambom, tidak terdapat korban luka maupun jiwa di pihak TPNPB-OPM. Selama dan sesudah pertempuran, katanya, semua pasukan dan persenjataan dalam keadaan lengkap.

Sebby Sambom meminta presiden Prabowo Subianto agar tidak menurunkan pasukan TNI, guna melakukan aksi brutal menyerang warga sipil di wilayah perang. Soal gugurnya 3 prajurit TNI, pihaknya siap bertanggung jawab.

"Jika ingin melakukan serangan balasan atas tewasnya tiga anggota militer Indonesia, silakan datang ke markas TPNPB-OPM. Kami siap melayani dalam medan perang," tantang Sambom.

Atas peristiwa yang diakui Sambom tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, dan Komandan Satgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, belum merespon konfirmasi hingga berita ini sampai di tangan pembaca. (fin)