Rp 2 Miliar Tagihan PT Jotun Indonesia Digelapkan Erwin Parengkoan

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Erwin Parengkoan usai divonis pidana
Erwin Parengkoan usai divonis pidana
grosir-buah-surabaya

Manajemen PT Jotun Indonesia memberikan kepercayaan kepada Erwin Parengkoan untuk menjadi Sales dengan gaji Rp 10 juta per bulan. Erwin Parengkoan bukannya bersyukur atas kepercayaan, malah menggelapkan tagihan dari penjualan cat.

Keserakahan Erwin Parengkoan membuatnya hidup dalam sel penjara. Dia divonis selama 3 tahun dan 6 bulan dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Rabu, 24 September 2025. 

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Nurnaningsih Amrian menyatakan, Terdakwa Erwin Parengkoan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Erwin melangggar Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Erwin Parengkoan bekerja di PT Jotun Indonesia sebagai Sales sejak 15 September 2010. Di pabrik cat yang beramat di Jalan Rungkut Industri 4 nomor 40A Surabaya, Erwin Parengkoan mempunyai tugas dan kewajiban untuk mencari pelanggan baru, melakukan penjualan produk, melakukan penagihan pembayaran. 

Untuk proses order barang dari customer kepada PT Jotun Indonesia ada 2 cara. Yang pertama dari customer langsung ke Sales Support melalui e-mail. Kedua, dari Sales atas orderan customer yang diteruskan ke Sales Support untuk ditindaklanjuti atas orderan tersebut dengan cara membuat invoice dan surat jalan. Apbila barang keluar dari gudang sesuai orde, kemudian dikirimkan ke alamat customer sesuai dengan formulir orderan.

Sistem pembayaran terhadap produk-produk PT Jotun Indonesia dilakukan dengan cara transfer ke nomor rekening PT Jotun Indonesia, yaitu Bank Mandiri nomor 1210095006312 atau ke rekening Citibank nomor 0104507018.

Erwin Parengkoan dalam bekerja sebagai Sales di PT Jotun Indonesia dalam kurun waktu bulan Oktober tahun 2022 hingga Oktober Tahun 2024, membuat orderan/pesanan di laptop kerja Erwin Parengkoan dan juga membuat melalui Handphone milik Erwin Parengkoan.

Setelah orderan/pesanan tersebut selesai, Erwin Parengkoan mengirimkan melalui e-mail miliknya ke email customer service dan Sales Support Coordinator PT Jotun Indonesia. Setelah itu, Erwin Parengkoan menerima invoice dan surat jalan dari Customer Service atau Sales Support Coordinator yang ditujukan kepada Kantor Gudang PT Jotun Indonesia Cabang Surabaya, lalu Invoice dan Surat Jalan tersebut diserahkan kepada petugas di Gudang untuk dilakukan pengiriman ke customer.

Dalam kurun waktu bulan Oktober 2022 hingga Oktober 2024, Erwin Parengkoan mendapat orderan/pesanan atas nama 10 customer yang sudah tercatat di PT Jotun Indonesia, diantaranya CV Dragon Berjaya, Berkat Anugerah Coatings, Wibber/Natalia Wono, Warna Baru Coating, Herry Chong, PT Tjakrindo MAS, PT Indosentra Surya Perkasa, CV Lancar Jaya Rackindo, PT Samudra Luas Makmur Sejahtera, dan CV Mandiri Karya Bersama.

Atas orderan tersebut, invoice yang dikeluarkan PT Jotun Indonesia terhadap masing-masing customer atas orderan tersebut secara rinci sebagai berikut :

CV Dragon Berjaya sebanyak 14 orderan dengan nilai sebesar Rp. 327.415.440.

Berkat Anugerah Coatings sebanyak 36 orderan dengan nilai sebesar Rp. 594.107.520.

Wibber/Natalia Wono sebanyak 16 orderan fiktif dengan nilai sebesar Rp. 277.595.000.

Warna Baru Coating sebanyak 5 orderan dengan nilai sebesar Rp. 76.567.800.

Herry Chong sebanyak 5 orderan dengan nilai sebesar Rp. 105.538.800.

PT Tjakrindo Mas sebanyak 9 orderan dengan nilai sebesar Rp. 65.960.400.

PT Indosentra Surya Perkasa sebanyak 10 orderan dengan nilai sebesar Rp.99.059.100.

CV Lancar Jaya Rackindo sebanyak 2 orderan dengan nilai sebesar Rp. 39.032.600.

PT Samudra Luas Makmur Sejahtera sebanyak 10 orderan dengan nilai sebesar Rp. 287.293.200.

CV Mandiri Karya Bersama sebanyak 9 orderan dengan nilai sebesar Rp. 213.067.000.

Terhadap orderan tersebut telah dibayar oleh customer melalui Erwin Parengkoan sebagai Sales PT Jotun Indonesia ke rekening Bank BCA Nomor 1520301409 atas nama Erwin Parengkoan, dan oleh Erwin Parengkoan uang hasil penjualan produk-produk berupa cat powder milik PT Jotun Indonesia tersebut tidak pernah disetorkan ke rekening perusahaan PT Jotun Indonesia. Akan tetapi uang hasil penjualan produk-produk berupa Cat Powder PT Jotun Indonesia tersebut Terdakwa pergunakan untuk kepentingan pribadi Erwin Parengkoan.

Perbuatan Erwin Parengkoan mengakibatkan PT Jotun Indonesia menderita kerugian kurang lebih sebesar Rp 2.085.636.860. (*)