Maling Kabel Telkom di Kelurahan Pacarkembang Dilaporkan ke Polisi
Komplotan maling Kabel Telkom yang beraksi di sepanjang jalan Jalan Pacarkembang Gang V, Kelurahan Pacarkembang, Kota Surabaya, mulai was-was. Sebab, aksi mereka dilaporkan oleh Wakil Walikota Surabaya, Armuji ke Polrestabes Surabaya.
Sebelumnya, aksi pencurian kabel Telkom ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, waktu pencurian pada Selasa, 14 Oktober 2025, sekitar jam 01.00 WIB. Video tersebut direkam oleh salah satu warga Kelurahan Pacarkembang yang juga pedagang warung kopi di Jalan Pacar Kembang bernama Febri.
“Warga gak ada yang negur, dikira petugas. Ternyata bukan. Langsung saya videokan,” kata Febri.
Febri sempat menanyakan perihal kegiatan penggalian dan penarikan kabel dari dalam tanah kepada pekerja saat membeli es teh. Kata Febri, pekerja tersebut beli es teh di warung yang dijaganya.
“Beli es teh belum bayar. Saya tanya, pak, ini bosnya siapa? Mereka menjawab tidak tahu. Kemudian ada truk masuk ke gang,” jelas Febri.
Febri mendatangi lokasi pekerjaan galian kabel Telkom sekitar jam 01.30 WIB. Pada saat itu, terdapat kerjaan penarikan kabel Telkom menggunakan dump truk.
“Saat ditanya lagi ke pekerja yang menjaga, mereka ngakunya dari wartawan, media, dan Polres. Yang ngaku wartawan laki-laki semua. Dan mengaku diperintah Kelurahan,” ujar Febri.
Pada paginya, Febri menanyakan perihal kegiatan galian kabel Telkom ke Kelurahan Pacarkembang. Dijelaskan Febri, pihak Kelurahan Pacar Kembang menyatakan tidak pernah memberikan tugas untuk penggalian kabel.
Yang membuat Febri kecewa, bekas galian kabel Telkom di sepanjang Jalan Pacarkembang Gang V ditutup oleh Michael, warga RW 5 Kelurahan Pacarkembang. Menurut Febri, bekas galian tersebut harusnya menjadi barang bukti tindak pidana yang dilaporkan Armuji ke Polrestabes Surabaya.
“Yang nutup Michael. Saya tanya, mas kok ditutup. Ini buat bukti. Oleh RT (Rukun Tetangga) belum boleh ditutup. Ternyata ngaku diperintah Kelurahan. Yakin mas dari Kelurahaan? Kalau sampean dari Kelurahan, ada apa-apa tanggungjawab,” ujar Febri.
Wakil Walikota Surabaya, Armuji yang sempat mengecek lokasi bekas galian Telkom di Jalan Pacarkembang Gang V geram dengan aksi pencurian kabel Telkom.
“Mereka mengambil dengan seenaknya, dengan mudahnya, segampang itu. Padatnya penduduk seperti ini. Di portal juga. Padahal kabel itu kepentingan mereka juga,” kata Armuji.
Armuji menduga, kompolotan maling kabel Telkom yang mengandung tembaga tersebut melibatkan warga sekitar. Sebab, kompolotan maling kabel Telkom sangat paham dengan situasi lingkungan sekitarnya.
“Kalau orang luar gak tahu situasinya, gak mungkin. Nyolong kabel seperti ini. Dengan mudahnya mereka bisa membongkar pakai alat,” kata Armuji.
Atas kejadian pencurian kabel Telkom di sepanjang Jalan Pacarkembang Gang V, Armuji menyarankan agar dijadikan pembelajaran bagi warga Surabaya untuk lebih waspada dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Kata Armuji, kejadian pencurian ini tidak hanya terjadi sekali ini saja.
“D Kota Lama, lampu ornamen hilang. Kabel Telkom yang ada di sepanjang Jalan Pacar Kembang 5 hilang. Dengan mudahnya mereka bawa truk untuk ngangkut kabel. Makanya penjagaan malam ditingkatkan. Kalau ada yang mencurigakan, mengatasnamakan instansi, langsung ditanya surat tugasnya. Tanya KTP mereka, kerja suruhan siapa, dan dari mana. Jadi kekompakan warga, saya harapkan semua menjaga kampungnya dengan mandiri dan antisipasi hal-hal seperti ini,” harap Armuji.
Terhadap Michael yang diduga menjadi bagian dari komplotan maling kabel di Jalan Pacarkembang 5, Armuji mengundangnya pada Jumat, 17 Oktober 2025 di Rumah Aspirasi. Diundang pula Febri, Ketua RT Pacarkembang 5, unsur Polisi, Babinsa, Lurah Pacarkembang, dan tokoh masyarakat.
Melaui keterangannya kepada Armuji dan di hadapan para undangan, Michael membantah terlibat dalam aksi pencurian kabel Telkom di Jalan Pacarkembang 5 Surabaya. Meski rekaman CCTV menunjukkan dirinya berada di lokasi, tapi Michael berkelit mendatangi pekerjaan galian kabel untuk menegur.
“Saya gak kenal. Waktu itu saya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapur umum Polda Jatim di Polrestabes Surabaya. Terus saya pulang, lewat, dan melihat pekerjaan itu. Saya berhenti di warung. Saya tanyakan penanggungjawabnya. Ngakunya katanya Basuki. Saya tanyakn izin karena saya disini bagian Kamtibmas. Ternyata izin gak ada. Tahunya gak ada izin dari Polsek,” jelas Michael.
Ditanya bahwa Michael tidak hanya sekali saja ke lokasi pekerjaan galian kabel Telkom, Michael masih bekelit jika tidak tahu menahu tentang galian kabel Telkom. Padahal, rekaman CCTV menunjukkan, Michael datang ke pekerjaan galian kabel Telkom di waktu dan hari berbeda.
Tentang penutupan lubang bekas galian kabel Telkom yang menurut Febri ditutup oleh Michael, Michael mengatakan jika lubang bekas galian tersebut ditutup atas inisiatif warga.
Setelah mendengarkan beberapa keterangan dari Febri, Michael, Ketua RT Kelurahan Pacarkembang, Armuji menyerahkan kasus pencurian kabel Telkom tersebut ke Polrestabes Surabaya. Armuji juga sempat menemui Ipda Khalifah Nasif selaku Kasubnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.
“Kasus ini saya serahkan penuh kepada aparat Kepolisian selaku penegak hukum karena sudah memasuki ranah pidana,” tegas Armuji. (*)
Editor : S. Anwar