Oknum Anggota Polres Takalar Terlibat Penipuan Tes Masuk Rekrutmen Polri
Adiknya gagal saat tes masuk rekrutmen Kepolisian, uang sebesar Rp675 juta hilang. Demikian nasib yang dialami oleh warga Galesong Utara, Kabupaten Takalar, berinisial SR. SR jadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum Polisi yang berdinas di Polres Takalar.
Oknum berinisial Aipda IWT tersebut mengimingi-imingi SR jika dia bisa meloloskan adik SR dalam tes masuk rekrutmen Bintara Polri. Tentunya tidak gratis. SR diminta uang pelican sejumlah Rp 675 juta.
Setelah penyerahan uang Rp 675 juta, SR sangat percaya terhadap Aipda IWT jika Aipda IWT bisa meloloskan adiknya masuk Kepolisian. Tapi kenyataan pahit harus diterima oleh SR setelah pengumuman peserta yang lolos dalam rekrutmen Polri.
Dalam pengumuman tersebut, nama adik SR tidak tercantum. Merasa ditipu, SR menagih uangnya kepada Aipda IWT. Namun Aipda IWT hanya janji-janji. Aipda IWT tidak bisa mengembalikan uang yang diterimanya dari SR.
Menurut SR, uang sebesar Rp 675 juta diserahkan ke Aipda IWT secara bertahap secara cash maupun transfer. Mulai dari dalih kuota, tes psikologi, tes jasmani, hingga jalur khusus. Karena uangnya tidak dikembalikan oleh Aipda IWT, SR memilih jalur hukum dengan melaporkan Aipda IWT ke Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan dan Polres Takalar.
Dijelaskan SR, perkenalannya dengan Aipda IWT berawal dari temannya yang bertugas Polsek Galesong Utara. Dari situ, SR diperkenalkan dengan Aipda IWT. Kemudian SR dan Aipda IWT intens melakukan komunikasi.
Dari komunikas tersebut, SR dan Aipda IWT bertemu pada 19 Maret 2025. Saat itu, SR menyerahkan uang ke Aipda IWT Rp 250 juta. Penyerahan uang dilakukan di rumah SR dan disaksikan langsung pihak keluarga.
"Katanya Rp250 juta itu untuk mendapatkan kuota," ucap SR pada Senin, 29 Desember 2025.
Setelah penyerahan uang Rp 250 juta, Aipda IWT kembali meminta uang kepada SR. Dalihnya untuk memperlancar proses tes psiko dan tes jasmani. SR lalu menyerahkan uang ke Aipda IWT yang dipergunakan untuk tes psiko, dan Rp50 juta untuk tes jasmani.
Aipda IWT meminta uang lagi ke SR. Alasannya uang tersebut permintaan ajudan. Tapi Aipda IWT tidak menyebut ajudannya, termasuk nama dan fotonya.
“Saya transfer 10 kali ke rekening Aipda IWT untuk keperluan ajudan yang dimaksud. Total uang keseluruhan yang ditransfer Rp155 juta. Saat pengumuman perengkingan menuju pemeriksaan kesehatan tahap dua pada 28 Mei 2025, adik saya tidak lolos. Setelah adik saya tidak lolos, Aipda IWT datang ke rumah untuk memberi penjelasan. Katanya kurang kuota tahun ini," ucap SR.
Meski adik SR tidak lolos, Aipda IWT masih mengiming-imingi adik SR melalui jalur kuota khusus. Dan SR diminta uang lagi. SR pun kembali menyerahkan uang. Seiring waktu, adik SR tidak pernah diterima dalam kuota khusus penerimaan anggota Polri tersebut.
SR pun memilih melaporkan Aipda IWT ke Propram dan Polres Takalar atas dugaan penipuan. Aipda IWT saat ini dalam pencarian Propram. (*)
Editor : Redaksi