Oknum Ormas Bungkam dan Intimidasi Wartawan yang Beritakan Tambang Ilegal

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Petugas damkar mencari ponsel Hadi Martadinata di danau
Petugas damkar mencari ponsel Hadi Martadinata di danau
grosir-buah-surabaya

Oknum organisasi masyarakat (Ormas) melakukan intimidasi dan upaya pembungkaman terhadap wartawan yang menulis tambang ilegal. Diduga, oknum Ormas tersebut adalah bekingan dari pengusaha tambang ilegal di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Wartawan yang mengalami intimidasi tersebut bernama Hadi Martadinata, yaitu wartawan dari Pasundan Ekspres. Intimidasi dan perintangan tugas jurnalistik dialami oleh Hadi Martadinata Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, di sekitar Situ Cigayonggong, Kampung Situ Cigayonggong, Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

Hadi Martadinata mendapat intimidasi setelah beberapa kali memberitakan aktivitas tambang ilegal di Subang. Karena itu, oknum Ormas tersebut mengajak bertemu Hadi Martadinata di danau Situ Cigayonggong. Pada saat pertemuan itulah, ponsel Hadi Martadinata dirampas, lalu dibuang ke danau Situ Cigayonggong.  

Mendapati intimidasi tersebut, Hadi Martadinata menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk meminta bantuan mencarikan ponselnya di dalam danau. Setelah 2 jam pencarian, ponsel Hadi Martadinata berhasil ditemukan. 

Hadi Martadinata mengaku mengalami intimidasi usai melakukan peliputan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Kasomalang. Ia menduga peristiwa tersebut dilakukan oleh oknum Ketua Ormas setempat.

Dijelaskan Hadi Martadinata, peristiwa bermula ketika dia menerima panggilan telepon dari oknum ormas tersebut. Oknum ormas tersebut meminta bertemu di kawasan Situ Cigayonggong, tepatnya di Saung Baladewa, pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

cctv-mojokerto-liem

“Saya dihubungi dan diajak bertemu di Situ Cigayonggong. Saat itu nada bicaranya terdengar marah,” ujar Hadi Martadinata, Kamis (22/1/2026).

Hadi memastikan tidak mengalami kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut. Namun, tekanan psikologis dirasakan oleh istri dan keluarganya. Hadi Martadinata akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jalancagak untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. 

Peristiwa intimidasi oleh oknum ormas terhadap Hadi Martadinata menuai keprihatinan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Subang dari Fraksi NasDem, Hendra Purnawan. Menurut Hendra Purnawan, selama produk jurnalistik menyajikan data yang akurat, berimbang, dan faktual, maka pemberitaan tersebut harus dipandang sebagai masukan positif bagi jalannya pemerintahan. Bagi pihak yang tidak terima dalam pemberitaan, ada ruang klarifikasi.

Hendra Purnawan menegaskan, pers memiliki peran vital sebagai kontrol sosial dalam sistem demokrasi. Apalagi jika berita tersebut berbicara berdasarkan fakta. Itu patut dihormati selama insan pers menjaga independensi dan bertanggung jawab atas data yang disampaikan. (*)