PT Maximos Supply Chain Indonesia Dapat Fasilitas Pusat Logistik Berikat

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Penyerahan Fasilitas Pusat Logistik Berikat ke PT Maximos Supply Chain Indonesia
Penyerahan Fasilitas Pusat Logistik Berikat ke PT Maximos Supply Chain Indonesia
grosir-buah-surabaya

Bea Cukai Jateng DIY (Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta) secara resmi memberikan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada PT Maximos Supply Chain Indonesia pada Jumat, 6 Februari 2026. Penyerahan fasilitas tersebut adalah bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat sistem logistik nasional.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jateng DIY, Agus Yulianto menyampaikan bahwa pemberian fasilitas PLB merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha. Ia menjelaskan, PLB adalah tempat penimbunan barang asal luar daerah pabean dan/atau dalam daerah pabean yang memperoleh fasilitas fiskal serta kemudahan kepabeanan dan cukai.

“Melalui fasilitas ini, perusahaan dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi barang,” ujar Agus Yulianto.

PT Maximos Supply Chain Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah merealisasikan investasi sebesar Rp 3,8 miliar pada 2026. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat signifikan hingga Rp 40,5 miliar pada 2030. Dari sisi ketenagakerjaan, perusahaan saat ini menyerap 19 tenaga kerja dan ditargetkan bertambah menjadi 57 orang pada 2030, seluruhnya merupakan warga negara Indonesia.

Agus Yulianto berharap perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas PLB secara optimal dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini bukan hanya untuk mendorong kinerja usaha, tetapi juga memperkuat rantai logistik dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.

cctv-mojokerto-liem

Direktur PT Maximos Supply Chain Indonesia, Widiyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menuturkan bahwa perusahaan berkomitmen memanfaatkan fasilitas PLB semaksimal mungkin. Selain berorientasi pada pertumbuhan bisnis, pihaknya juga memperhatikan kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Beberapa program tersebut antara lain penyelenggaraan magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejururan (SMK) dengan upah sesuai UMR, pemberian beasiswa bagi karyawan dan keluarganya, serta kegiatan perbaikan fasilitas tempat ibadah dan panti asuhan. Widiyanto menyatakan, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan sekitar.

Dengan ditetapkannya PT Maximos Supply Chain Indonesia sebagai PLB, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas usaha penunjang seperti rumah makan, kos-kosan, warung kelontong, hingga jasa transportasi di wilayah Kota Semarang diperkirakan turut berkembang seiring meningkatnya kegiatan logistik dan investasi. (*)