Wisber Loeis, Diplomat Senior Asal Bukittinggi
Panggung diplomasi internasional Indonesia selalu diwarnai oleh kehadiran putra-putra terbaik bangsa yang memiliki ketajaman berpikir dan kemampuan negosiasi tingkat tinggi. Salah satu tokoh senior yang meletakkan fondasi kuat dalam hubungan ekonomi dan bilateral luar negeri Indonesia adalah Drs Wisber Loeis.
Lahir pada 1 Oktober 1934, Wisber Loeis merupakan diplomat karier murni yang telah melanglang buana ke berbagai negara. Sepanjang pengabdiannya di Kementerian Luar Negeri, ia dipercaya mengemban berbagai jabatan krusial, termasuk menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Jepang, serta menjadi perwakilan diplomatik tertinggi Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Jejak Pendidikan: Dari Ranah Minang ke Lembah Diplomasi Jakarta
Latar belakang intelektual Wisber Loeis dibentuk dari tanah kelahirannya di Sumatra Barat. Ia menyelesaikan masa sekolah menengahnya di salah satu SMA di Kota Bukittinggi—sebuah kota yang memang dikenal banyak melahirkan para pemikir dan tokoh pergerakan bangsa.
Setamat sekolah, kecintaannya pada dunia hubungan internasional membawanya merantau ke ibu kota untuk menempuh pendidikan di Akademi Dinas Luar Negeri (ADLN) Jakarta. Di kawah candradimuka para diplomat muda inilah ia digembleng. Menariknya, di ADLN, Wisber merupakan adik kelas langsung dari Hasyim Djalal, yang di kemudian hari sama-sama tumbuh menjadi diplomat andal dan pakar hukum laut internasional kebanggaan Indonesia.
Nakhoda Hubungan Ekonomi Luar Negeri Indonesia
Selain sukses menempati pos kedutaan besar di negara-negara strategis, kepiawaian Wisber Loeis di bidang ekonomi internasional membuatnya ditarik kembali ke pusat. Ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi Luar Negeri Departemen Luar Negeri RI.
Pada posisi ini, ia memegang peran penting dalam merumuskan strategi, memperluas jaringan pasar internasional, serta memperkuat posisi tawar ekonomi Indonesia di mata dunia, terutama di era di mana Indonesia sedang giat-giatnya melakukan pembangunan nasional.
Rekam jejak Drs Wisber Loeis dari Bukittinggi menuju panggung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Jepang menjadi bukti nyata bagaimana dedikasi, kecerdasan, dan kecintaan pada tanah air mampu membawa nama Indonesia harum di kancah global. (*)
Editor : Bambang Harianto