Mengenang Taman Indrokilo sebagai Pusat Kesenian Kota Malang

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Taman Indrokilo
Taman Indrokilo
grosir-buah-surabaya

Kota Malang sudah sejam dahulu memang dikenal dengan berkeseniannya. Bahkan sejak tahun 1960, kesenian dan kreativitas di Kota Malang mulai berkembang. Salah satunya dengan kehadiran Taman Indrokilo yang menjadi media berkesenian warga Kota Malang mulai 1960-1980an.

Berlokasi di belakang Museum Brawijaya di komplek Jalan Ijen, Taman Indrokilo pada masa jayanya dikenal sebagai pusat denyut seni, budaya dan kreatifnya Arek Malang.

Dilansir dari Malangposco, Budayawan Kota Malang Ki Djati Mangunkusumo mengungkapkan bahwa nama Indrokilo sendiri memiliki arti. 

"Sudah sejak 1960-an ada. Indrokilo itu disebut seperti itu ada artinya. Artinya adalah sebuah kawasan di Lereng Gunung Arjuno. Kawasan yang dulunya menjadi tempat kaderisasi satria-satria sebagai tempat pendidikan,” cerita Ki Djati Mangunkusumo. 

Ki Djati Mangunkusumo mengenang, bahwa Taman Indrokilo memiliki sebuah bangunan berupa sanggar dan aula. Di sanalah mulai anak-anak hingga ibu-ibu berkesenian, seperti latihan menari dan menyanyi di sore hari. 

Selain juga Taman Indrokilo acapkali menjadi tempat cangkrukan bahkan sarasehan para pelaku budaya di Malang. Termasuk juga beberapa mini konser digelar disini. 

Hanya saja wujud Taman Indrokilo berubah di masa kepemimpinan Walikota Malang, Soesamto. Kebutuhan hunian dan juga tata letak kota yang semakin berkembang, membuat Taman Indrokilo harus menjadi sejarah. Saat ini lokasi nya menjadi hunian elit di kawasan Ijen. 

Sudah Ada dr Zaman Jepang, Jadi Resapan Air

Dirunut sejarahnya lebih ke belakang, ternyata Taman Indrokilo keberadaanya sudah ada sejak 1940-an. Ketika itu Taman Indrokilo dikenal dengan nama Taman Tanaka. 

Pada bagian tengah taman terdapat kolam/ danau buatan yang dipenuhi ikan wader dan sepat. Namun memasuki tahun 1970-an kolam tersebut mengering. Hingga akhirnya pada 1980-an lah terbentuk Lembaga Kesenian Indrokilo (LKI) tempat berkumpulnya para pelaku seni dan budaya Kota Malang.

Selain Taman, sejak dahulu Taman Indrokilo juga dikenal sebagai salah satu bozem di tengah Kota Malang. Dengan fungsi menampung dan menyalurkan air hujan yang tidak tertampung, sehingga tidak terjadi genangan dan banjir di kawasan Ijen dan sekitarnya. (*)

*) Source : Hino Kertapati