Penyebab Kematian Mendadak

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi kematian
Ilustrasi kematian
grosir-buah-surabaya

Seorang bapak, usia 50-tahunan, dilarikan ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) dengan keluhan sesak napas berat dan keringat dingin mengucur deras. Awalnya, keluarga mengira beliau hanya "Masuk Angin Duduk" atau GERD karena beliau sempat muntah-muntah kecil setelah makan malam. 

"Dadanya sakit nggak, Pak?" tanya Dokter jaga sambil sibuk pasang oksigen. 

Si Bapak menggeleng lemah, "Enggak Dok, cuma engap banget, kayak tenggelam."

Monitor EKG berbunyi nyaring. Grafik jantungnya kacau balau. Perawat berlarian. RJP (Pompa Jantung) dilakukan. Namun takdir berkata lain. Tepat 30 menit sejak masuk pintu IGD, monitor itu menunjukkan garis lurus panjang... Dokter keluar dengan wajah tertunduk. 

"Maaf bu, Bapak mengalami serangan jantung masif (Luas). Otot jantungnya sudah rusak parah." 

Istrinya syok, "Tapi Dok, Bapak gak pernah ngeluh sakit dada! Cuma diabetes aja!"

Disinilah letak TEROR yang sebenarnya. 

Dokter menjelaskan: "Ibu, pada pasien Diabetes lama, saraf perasa nyeri di jantungnya seringkali SUDAH MATI (Neuropati Otonom). Jadi saat serangan jantung terjadi, mereka TIDAK MERASA SAKIT DADA seperti orang normal. Gejalanya cuma sesak napas, lemas, atau mual. Karena tidak sakit, pasien sering telat dibawa ke Rumah Sakit. Dikira cuma masuk angin, padahal nyawanya sedang di ujung tanduk." 

Penyebab kematian mendadak ini adalah Silent Myocardial Infarction (Serangan Jantung Senyap). Kenapa ini "mengerikan"? 

Saraf rusak (Neuropati Diabetik): Gula darah tinggi yang menahun merusak saraf-saraf tubuh, termasuk saraf di jantung. Alarm nyeri tubuh "dimatikan" paksa oleh diabetes. 

cctv-mojokerto-liem

Gejala menipu : Karena alarm mati, gejala yang muncul bias. Pasien merasa seperti masuk angin, asam lambung naik, atau kelelahan biasa. Pasien seringkali tidur lagi berharap sembuh besok pagi. Padahal itu tidur terakhir mereka. 

Golden Period Hilang: Serangan jantung butuh penanganan di bawah 2 jam. Karena pasien merasa "baik-baik saja" (tidak sakit dada), penanganan medis terlambat. 

Sobat Diabetisi, tolong dengar ini. Jika kamu punya diabetes menahun, JANGAN PERNAH remehkan gejala: 

Sesak napas tiba-tiba tanpa sebab. 

Keringat dingin sebesar biji jagung. 

Rasa tidak nyaman di ulu hati yang tak kunjung hilang. Jangan tunggu sakit dada! Karena bagi diabetisi, rasa sakit itu mungkin sudah tidak ada. 

Sayangi nyawamu. Selagi sehat, kontrol gula darah SEKARANG.