Badan Karantina Gagalkan Penyelundupan Reptil di Kargo Bandara Mopah

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Selatan berhasil gagalkan Penyelundupan puluhan reptil asal Merauke oleh petugas Kargo Bandara Mopah, pada Minggu (15/9/2024).
"Betul, ada penahanan reptil yang rencananya dikirim ke Jatiwaringin, Bekasi. Reptil dimuat dalam 1 karton, yang didalamnya terdapat 4 box. Semua reptil saat ini sudah diamankan di kandang penahanan Karantina," ungkap Anastasia Diva Putri, Dokter Hewan Karantina yang bertugas.
Baca Juga: 1.250 Ekor Sapi Perah Asal Australia Masuk Jawa Timur
Penyelundupan reptil ini terbongkar bermula saat petugas mencurigai sebuah paket box yang mencurigakan yang dikirim melalui salah satu jasa pengiriman. Saat paket yang dicurigai melewati mesin x-ray yang dijaga oleh Nuryani, petugas Avsec Bandara menemukan reptil tersebut di dalamnya.
Untuk memastikan isinya, paket tersebut dibuka bersama, disaksikan perwakilan jasa pengiriman, Kopda Hendra dari Kopasgat Batalyon 461, Yudha dari BKSDA Wilayah I Merauke, dan perwakilan Avsec Bandara Mopah.
Baca Juga: 57.842 Ekor Sapi dari Nusa Tenggara Barat di Kirim ke Luar Daerah di Tahun 2023
"Hasilnya terdapat 51 reptil, terdiri dari 1 ekor ular sanca permata (Morelia amethistina), 2 ekor ular sanca karpet (Morelia spilota harrisoni), 7 ekor kadal pensil Burton (Liasis burtonis), 30 ekor kadal soa payung (Chlamydosaurus kingii), 6 ekor biawak kerdil (Varanus similis), dan 5 ekor Biawak Coklat (Varanus panoptes)," tambah Anastasia dalam keterangannya.
Kepala Karantina Papua Selatan, Cahyono mengatakan sangat menyayangkan masih adanya oknum yang tidak bertanggungjawab yang mencoba menyelundupkan reptil endemik Merauke.
Baca Juga: Buah Mangga Asal Malang Diekspor ke Brunei Darussalam
"Sedih rasanya, terus berulang kejadian seperti ini. Karantina Papua Selatan berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber daya alam Papua dengan melakukan pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan Pemerintah," tegasnya. (*)
Editor : Syaiful Anwar