Realisasi Investasi di Jawa Timur Semester I Tahun 2025

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Realisasi investasi di Jawa Timur Semester I Tahun 2025
Realisasi investasi di Jawa Timur Semester I Tahun 2025
grosir-buah-surabaya

Pada semester I (periode Januari – Juni) tahun 2025, Provinsi Jawa Timur mencatatkan nilai investasi sebesar Rp 74.687.465.161.025 dari 73.148 proyek, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 130.870 orang. Rinciannya, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 23.662.959.017.849 dari 5.182 proyek, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 27.390 orang.

Kemudian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terdiri dari 67.966 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 51.024.506.143.176, dan 103.480 tenaga kerja. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati melalui rilisnya pada Rabu, 3 September 2025.

“Realisasi Investasi semester I 2025 secara secara year on year (y-on-y) meningkat sebesar 4,1% dibandingkan semester I 2024. Share PMDN masih mendominasi pada realisasi investasi semester ini,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur.

Pada periode semester i tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Timur berperan sebesar 7,9% atas total realisasi investasi secara nasional yang menempatkan Jawa Timur di posisi ke-3 setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Rinciannya :

1. Jawa Barat : Rp 141 triliun (15,0%)

2. DKI Jakarta : Rp 140,8 triliun (14,9 %)

3. Jawa Timur : Rp 74,7 triliun (7,9%)

4. Sulawesi Tengah : Rp 64,2 triliun (6,8%)

5. Banten : Rp 60,7 triliun (6,4%).

Pada periode semester I tahun 2025, realisasi investasi PMDN Jawa Timur berperan sebesar 10,0% atas total realisasi investasi Nasional yang menempatkan Jawa Timur di posisi ke-3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan Realisasi PMA berkontribusi 5,5%.

Realisasi PMDN

1. DKI Jakarta : Rp. 90,4 triliun (17,7%)

2. Jawa Barat : Rp. 77,5 triliun (15,2%)

3. Jawa Timur : Rp. 51,0 triliun (10,0%)

4. Banten : Rp. 35,3 triliun 6,9%

5. Kalimantan Timur : Rp. 32,4 triliun

6. Lainnya : Rp. 223,7 triliun (43,8%)

Realisasi PMA

1. Jawa Barat : US$ 4,0 miliar (14,7%)

2. Sulawesi Tengah : US$ 3,7 miliar (13,9%)

3. DKI Jakarta : US$ 3,2 miliar (11,7%)

4. Maluku Utara : US$ 2,5 miliar (9,3%)

5. Jawa Tengah : US$ 1,6 miliar (5,9%)

6. Banten : US$ 1,6 miliar (5,9%)

7. Jawa Timur : US$ 1,5 miliar (5,5%)

STRUKTUR REALISASI INVESTASI PMA dan PMDN

Lokasi Penyumbang Terbesar Realisasi Investasi PMA dan PMDN

1. Kota Surabaya : Rp. 16,4 triliun (21,9 %)

2. Kabupaten Gresik : Rp. 16,1 triliun (21,6 %)

3. Kabupaten Sidoarjo : Rp. 10,4 triliun (13,9 %)

4. Kabupaten. Pasuruan : Rp. 7,7 triliun (10,3 %)

5. Kabupaten Malang : Rp. 2,6 triliun (3,5 %)

Top 5 Sektor

1. Industri Makanan : Rp. 10,9 triliun (14,7%)

2. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran : Rp. 9,8 triliun (13,1%)

3. Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi : Rp. 7,2 triliun (9,7%)

4. Perdagangan dan Reparasi : Rp. 7,0 triliun (9,4%)

5. Industri Kimia dan Farmasi : Rp. 6,4 triliun (8,5%)

6. Lainnya : Rp. 33,3 triliun (44,6%)

Lokasi Penyumbang Terbesar Realisasi Investasi Secara PMA

1. Kabupaten Gresik : Rp. 7,8 triliun (32,8 %)

2. Kabupaten Pasuruan : Rp. 3,5 triliun (14,9 %)

3. Kabupaten Sidoarjo : Rp. 2,8 triliun (11,7 %).

4. Kota Surabaya : Rp 2,1 triliun (8,9 %)

5. Kabupaten Ngawi : Rp 2,1 triliun (8,7 %)

Struktur Realisasi Investasi PMA Menurut Sektor

1. Pertambangan : Rp. 4,5 triliun (19,0%)

2. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya : Rp. 2,6 triliun (10,9%)

3. Industri Mineral Non Logam : Rp. 2,3 triliun (9,7%)

4. Industri Makanan : Rp. 4,2 triliun (17,8%)

5. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran : Rp. 2,0 triliun (8,3%)

6. Lainnya : Rp. 8,1 triliun (34,4%)

Lokasi Penyumbang Terbesar Realisasi Investasi Secara PMDN

1. Kota Surabaya : Rp. 14,3 triliun (28,0 %)

2. Kabupaten Gresik : Rp. 8,4 triliun (16,4 %)

3. Kabupaten Sidoarjo : Rp. 7,6 triliun (15,0 %)

4. Kabupaten Pasuruan : Rp. 4,2 triliun (8,2 %)

5. Kabupaten Malang : Rp. 2,2 triliun (4,3 %)

Struktur Realisasi Investasi PMDN Menurut Sektor

1. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran : Rp. 7,9 triliun (15,4%)

2. Industri Makanan : Rp. 6,7 triliun (13,2%)

3. Perdagangan dan Reparasi : Rp. 6,1 (12,0%)

4. Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi : Rp. 5,9 triliun (11,5%)

5. Industri Kimia dan Farmasi : Rp. 4,5 triliun (8,8%)

6. Lainnya : Rp. 20,0 triliun (39,1%)

5 Negara Penyumbang Terbesar Realisasi Investasi PMA

1. Amerika Serikat : Rp. 4,6 triliun (19,5 %)

2. Singapura : Rp. 4,4 triliun (18,6 %)

3. Hongkong, RRT : Rp. 3,7 triliun (15,7 %)

4. R.R. Tiongkok : Rp 3,1 triliun (12,9 %).

5. Saudi Arabia : Rp 1,5 triliun (6,3 %).

Negara dan Perusahaan Penyumbang Terbesar Realisasi Investasi PMA

cctv-mojokerto-liem

AMERIKA SERIKAT

- PT Freeport Indonesia

Sektor pertambangan di Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 4.462.557.554.949

- PT Medco Cahaya Geothermal

Sektor listrik, gas dan air di Kabupaten Bondowoso, nilai investasi Rp 96.079.177.800 dengan menyerap 14 tenaga kerja.

Sektor Pertambangan di Kabupaten Bondowoso, nilai investasi Rp 22.985.344.200, dengan menyerap 7 tenaga kerja.

- PT Tempu Rejo

Industri makanan di Kabupaten Jember, nilai investasi Rp 4.883.307.870, dengan menyerap 261 tenaga kerja.

Sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, nilai investasi Rp 2.904.203.417, dengan menyerap 158 tenaga kerja.

- PT Merck Sharp Dohme Pharma, Tbk

Industri kimia dan farmasi di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 7.188.132.155.

- PT. Multi Trading Pratama

Sektor perdagangan dan reparasi di Kabupaten Banyuwangi, nilai investasi Rp 2.000.000.000. Dan di Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 1.900.000.000.

Sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi di Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 2.000.000.000.

SINGAPURA

- PT Tri Sakti Purwosari Makmur

Industri makanan di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 886.866.366.216 10, dengan menyerap 8 tenaga kerja.

Jasa Lainnya di Kabupaten Pasuruan, menyerap 2 tenaga kerja, nilai investasi Rp 382.140.900.

- PT Tirta Investama

Industri makanan di Kabupaten Banyuwangi, nilai investasi Rp 4.021.954.739. Dan di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 524.684.596.449.

- PT Padi Indonesia Maju

Industri makanan di Kabupaten Mojokerto, nilai investasi Rp 1.429.251.693. Dan di Kabupaten Ngawi, nilai investasi Rp 479.538.009.113.

- TSPM Flavor And Fragrance

Industri makanan di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 478.951.431.267 dengan menyerap 74 tenaga kerja.

- PT Paiton Energy Listrik

Sektor gas dan air di Kabupaten Probolinggo, nilai investasi Rp 393.248.722.997 dengan menyerap 3 tenaga kerja.

HONGKONG

- PT New Asia International

Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di Kabupaten Sidoarjo, nilai investasi Rp 1.803.710.542.591 dengan menyerap 1 tenaga kerja.

- PT GFT Indonesia Investment

Industri Lainnya di Kabupaten Ngawi, nilai investasi Rp 60.885.803.286 dengan menyerap 609 tenaga kerja.

Perumahan, kawasan industri dan perkantoran di Kabupaten Ngawi, nilai investasi Rp 294.204.772.288.

- PT XINYI Solar Indonesia

Industri mineral non logam di Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 317.889.490.000, dengan menyerap 63 tenaga kerja.

Perumahan, kawasan industri dan perkantoran Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 19.665.272.000.

- PT Bintang Pesona Jagat

Industri kertas dan percetakan di Kabupaten Malang, nilai investasi Rp 240.621.172.403 dengan menyerap 40 tenaga kerja.

- PT Shoetown Mustika Indonesia

Industri barang dari kulit dan alas kaki di Kabupaten Lamongan, nilai investasi Rp 145.066.008.779 dengan menyerap 1480 tenaga kerja.

TIONGKOK

- PT Xinyi Glass Indonesia

Industri mineral non logam di Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 1.428.403.048.613 dengan menyerap 357 tenaga kerja.

 Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran, nilai investasi Rp 18.116.963.843.

- PT Hebang Biotechnology Indonesia

Industri kimia dan farmasi di Kabupaten Gresik, nilai investasi Rp 376.892.118.484.

- PT Mitra Konjac Indonesia

Industri makanan di Kabupaten Madiun, nilai investasi Rp 5.220.027.621.

Sektor perdagangan dan reparasi, nilai investasi Rp 120.060.635.270

Sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan, nilai investasi Rp 1.305.006.905

Sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, nilai investasi Rp 3.915.020.715.

- PT Sinosura Fat Chemistry Indonesia

Industri kimia dan farmasi di Kabupaten Mojokerto, nilai investasi Rp 48.558.103.441 dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang.

Industri makanan, nilai investasi Rp 49.278.000.000 dengan menyerap 53 tenaga kerja.

- PT. Desheng Jaya Indonesia

Sektor perdagangan dan reparasi di Kabupaten Sidoarjo, nilai investasi Rp 93.000.000.000

SAUDI ARABI

- PT Waitana Karya Pembangunan

Industri kimia dan farmasi di Kabupaten Jember, nilai investasi Rp 211.040.000.000.

Sektor perdagangan dan reparasi, nilai investasi Rp 10.000.000.

Sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran, nilai investasi Rp 1.262.310.000.000.

- PT Eka Timur Raya

Industri kimia dan farmasi di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 450.000.000.

Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, nilai investasi Rp 500.000.000.

Industri makanan di Kabupaten Kediri, nilai investasi Rp 375.000.010. Dan di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 3.100.000.000.

Sektor perdagangan dan reparasi di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 425.000.000.

sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 985.000.000.

Sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi, nilai investasi Rp 225.000.000.

- PT Atlas Real Estate

Sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran di Kabupaten Malang, nilai investasi Rp 500.000.000.

- PT Delta Surya Textile

Industri tekstil di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi Rp 166.372.002.