Desa Kwangsan Sidoarjo Jadi Surga Bagi Penjudi Sabung Ayam
Desa Kwangsan di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menjadi surga bagi pemain judi sabung ayam. Disebut surga, karena tidak ada aparat penegak hukum yang membubarkan. Tidak ada penerbitan.
Yang ada ialah sorak para penonton dan pemain judi sabung ayam sembari menonton 2 ayam jago saling baku hantam di arenanya. Arena judi sabung ayam tepatnya berada di Dusun Wager, Desa Kwangsan. Informasi yang diperoleh Lintasperkoro, judi sabung ayam di Desa Kwangsan telah buka lama,
Laporan demi laporan dari warga telah disampaikan ke Kapolsek Sedati dan Kanit Reskrim Polsek Sedati, serta ke layanan pengaduan di Polresta Sidoarjo. Namun demikian, aparat Kepolisian di Polresta Sidoarjo dan Polsek Sedati menganggap, melakukan upaya hukum terhadap perjudian sabung ayam tidak terlalu penting.
Makanya, perjudian sabung ayam di Desa Kwangsan dibiarkan saja. Mendapat kesempatan beraktivitas itu, para penjudi sabung ayam dari berbagai wilayah datang ke Desa Kwangsan.
Apalagi, akses menuju arena perjudian sabung ayam di Desa Kwangsan begitu mudah. Bahkan terdapat rambu-rambu yang dipasang oleh panitia sabung ayam agar memudahkan penjudi yang datang dari luar Sedati.
Untuk menuju ke arena sabung ayam, jembatan Wager, Desa Kwangsan, pengunjung diarahkan untuk berbelok ke kiri melalui jalan kecil, jalan sawah yang dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengunjung tidak perlu khawatir kesasar.
Karena di tepi jalan menuju arena sabung ayam di Desa Kwangsan, ada sangkar ayam yang digantung di tiang listrik sebagai petunjuk arah. Setelah melalui jalan kecil tersebut, perjalanan dilanjutkan sekitar 1,5 kilometer ke arah timur melewati beberapa rumah warga dan lahan pertanian hingga akhirnya tiba di lokasi arena yang berbentuk lapangan terbuka dengan atap sementara yang dibangun dari bambu dan genting bekas.
“Saya sudah mengetahui tempat ini ada sejak sekitar tiga minggu yang lalu. Awalnya saya kira hanya tempat untuk memelihara atau bertukar ayam petarung saja, tapi kemudian saya menyadari bahwa ada kegiatan taruhan yang berlangsung disana setiap beberapa hari sekali. Terkadang ada suara sorak dan teriakan yang cukup keras hingga terdengar di rumah saya yang tidak terlalu jauh dari lokasi,” ujar salah satu warga yang tinggal di Dusun Wager, Desa kwangsan.
Salah satu sumber terpercaya yang mengamati aktivitas di lokasi tersebut selama beberapa waktu mengungkapkan bahwa aktivitas sabung ayam yang berlangsung di Desa Kwangsan tersebut tidak hanya sekadar kumpul-kumpul atau ajang pertandingan yang tidak jelas tujuan, melainkan diduga berjalan secara sistematis dan terstruktur dengan adanya pembagian tugas serta peran yang jelas di antara para pelaku yang terlibat.
“Bukan sekadar kumpul-kumpul tanpa aturan. Ada pengaturan yang jelas, mulai dari pendaftaran ayam yang akan bertarung, pembagian jadwal pertandingan, hingga cara perhitungan taruhan yang digunakan. Setiap bagian ada orang yang bertanggung jawab, sehingga terkesan sangat terorganisir,” ujar sumber tersebut kepada wartawan.
Informasi yang diperoleh, panitia sabung ayam di Desa Kwangsan berinisial Ag. Ada pula berinisial NP. Sumber Lintaspekoro menyebutkan, masing-masing panitia sabung ayam berbagi peran.
“Ada yang jadi pemodal, keamanan, dan mengatur jalannya sabung ayam. Peserta datang dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan Mojokerto. Kuatnya pihak yang membekingi perjudian sabung ayam di Desa Kwangsan membuat Polsek Sedati tak berdaya untuk membubarkan,” ujarnya. (*)
Editor : Redaksi