Dewi Juliani Srikandi PDIP dari Riau
Komposisi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029 kian diperkuat oleh kehadiran srikandi-srikandi tangguh yang memiliki kedekatan kuat dengan akar rumput. Salah satu sosok yang siap membawa perubahan adalah Hj. Dewi Juliani, S.H., politikus perempuan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang resmi melenggang ke Senayan.
Perempuan kelahiran 2 Juli 1973 ini sukses meraih kursi parlemen setelah mendapatkan mandat dan kepercayaan besar dari masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I. Wilayah representasinya mencakup wilayah strategis Bumi Lancang Kuning, mulai dari Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kota Dumai, hingga Kota Pekanbaru.
Komitmen Nyata untuk Sektor Agraria dan Maritim
Kehadiran Hj. Dewi Juliani di DPR RI membawa angin segar, khususnya bagi masyarakat pesisir dan wilayah pertanian di Riau. Kiprahnya di dunia politik memang tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak sosialnya yang panjang. Selain aktif di partai, Dewi juga dikenal luas sebagai Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Provinsi Riau.
Melalui organisasi tersebut, ia telah lama mendedikasikan diri untuk mendampingi, mendengarkan, dan memperjuangkan nasib para petani serta nelayan lokal. Pengalaman langsung di lapangan inilah yang menjadi modal utama bagi Dewi untuk menyuarakan regulasi yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja sektor agraria dan maritim di tingkat nasional.
"Komitmen saya adalah memastikan suara para petani dan nelayan, khususnya dari Riau, mendapatkan porsi perhatian yang layak di kebijakan pusat. Mulai dari kestabilan harga pupuk, bantuan teknologi pertanian, hingga perlindungan hak-hak nelayan tradisional," ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Bekal Ilmu Hukum untuk Fungsi Legislasi
Selain matang di organisasi akar rumput, keandalan Hj. Dewi Juliani dalam mengawal kebijakan juga ditopang oleh latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang hukum. Setelah menyelesaikan masa sekolah remajanya di SMA Negeri 20 Bandung pada tahun 1992, tekadnya untuk mendalami regulasi membawanya menempuh kuliah di Universitas Batanghari pada tahun 2006.
Ia sukses meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 2010. Kombinasi antara pemahaman hukum yang matang dan sensitivitas sosial yang tinggi dari dunia organisasi diyakini akan membuat peran legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang diembannya di parlemen menjadi jauh lebih tajam dan tepat sasaran.
Kini, sebagai salah satu wajah representatif perempuan dari PDI-P, langkah nyata Hj. Dewi Juliani sangat dinantikan oleh publik dalam mengawal kedaulatan pangan nasional serta memastikan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat Riau. (*)
Editor : Bambang Harianto