Kisah Sunan Kalijaga Muncul Saat Wafat
Ada wali yang dakwahnya pakai wayang. Ada wali yang wafatnya meninggalkan tanda tanya. Sunan Kalijaga bukan cuma meninggalkan ajaran, tapi juga misteri besar di akhir hayatnya. Bagaimana mungkin jasad seorang wali "hilang", padahal makamnya ada di dua tempat? Kisah ini bukan sekadar sejarah... ini tentang kuasa Allah yang melampaui akal manusia.
Sunan Kalijaga, guru para raja, penyebar Islam di tanah Jawa dengan kesabaran luar biasa...
Di akhir hayatnya justru menghadap Sang Pencipta dalam misteri yang tak pernah bisa dijelaskan akal.
Salah satu Wali Songo yang masyhur, menjalani masa tuanya di Istana Kesultanan Cirebon, atau Dalem Agung Pakungwati, di bawah kepemimpinan Panembahan Ratu, cicit dari Sunan Gunung Jati.
Di usia senja, beliau tinggal dalam bangunan baru yang dikelilingi tembok, khusus dibangun di dalam kompleks istana, bangunan sederhana, khusus dibangun untuk menghabiskan sisa hidupnya dalam ibadah.
Dikisahkan, Sunan Kalijaga suatu hari mengalami sakit kepala yang semakin lama kian parah. Dalam masa-masa sulit itu, ia ditemani oleh dua punakawan setia, yang merupakan utusan dari Sultan Cirebon. Akhirnya, Sunan Kalijaga wafat di tempat tersebut.
Jenazahnya pun disiapkan untuk dimakamkan. Panembahan Ratu segera melakukan upacara penyempurnaan bagi jenazah Sunan Kalijaga, namun tak ada pemakaman yang dilakukan di Cirebon. Sesuai tradisi dan sejarah yang dikenal luas, makam beliau terletak di Kadilangu, Demak, Jawa Tengah.
Misteri mencuat ketika naskah Mertasinga, yang menjadi salah satu sumber sejarah Kesultanan Cirebon, mengisahkan bahwa jenazah Sunan Kalijaga secara ajaib hilang tanpa bekas, menyisakan hanya kain penutupnya saja.
Panembahan Ratu akhirnya memakamkan kain tersebut di sebelah timur mihrab Masjid Agung Cirebon, menjadi penanda keberadaan sosok sang wali tanpa wujud jenazahnya.
Hingga kini, dua tempat ziarah itu sama-sama dimenjadi tujuan para peziarah. Karena kewalian beliau memang di luar batas logika manusia biasa. (*)
Editor : S. Anwar