Mengenang Alis Marajo Datuak Sori Marajo
Sejarah kepemimpinan di Kabupaten Lima Puluh Kota tak bisa dilepaskan dari nama besar Dr. Drs. Alis Marajo Datuak Sori Marajo (23 Juni 1946 – 28 Maret 2023). Almarhum dikenal luas sebagai politikus ulung, akademisi yang mumpuni, sekaligus dokter yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan ranah Minang.
Sebagai kader tulen Partai Golongan Karya (Golkar), pria karismatik asal Nagari Taeh Bukik ini mengukir sejarah dengan berhasil memimpin Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai Bupati selama dua periode, yakni pada 2000–2005 dan 2010–2015.
Pondasi Intelektual dan Aktivisme di Rahim HMI
Lahir di Kecamatan Payakumbuh pada tahun 1946, masa muda Alis Marajo diwarnai dengan petualangan akademis yang dinamis. Ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMPN 1 Dangung-Dangung dan SMAN 1 Bukittinggi, sebelum akhirnya memantapkan langkah ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).
Di kampus tertua di Sumatra Barat inilah bakat kepemimpinannya terasah tajam. Alis Marajo merupakan tokoh aktivis legendaris pada zamannya. Ia pernah menakhodai berbagai organisasi bergengsi, di antaranya:
Ketua Umum HMI Cabang Padang (1973–1975)
Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Unand (1975–1977)
Ketua Umum Badko HMI Sumbar–Riau (1975–1976)
Wakil Ketua KNPI Provinsi Sumatra Barat (1979–1982)
Setelah menyandang gelar Dokter Umum pada tahun 1977, kecintaannya pada dunia keilmuan membawanya merengkuh gelar Magister (S2) sebagai Dokter Ahli Histologi Kedokteran di kampus yang sama pada tahun 1990.
Dari Laboratorium Histologi Menuju Panggung Politik
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik praktis, Alis Marajo adalah seorang pendidik. Ia mengabdi sebagai dosen tetap di FK Unand sejak tahun 1977 hingga 2000. Karier akademisnya terbilang moncer; ia pernah dipercaya menjadi Asisten Pembantu Rektor III Unand di masa kepemimpinan Rektor Prof. Mawardi Yunus (1980–1984), hingga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Histologi FK Unand.
Meski berstatus sebagai dosen PNS, magnet politik tetap menariknya. Bergabung dengan Golkar, ia menapaki struktur partai dari bawah, mulai dari Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumbar, Sekretaris, hingga puncaknya dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatra Barat (2004–2009).
Perjalanan Politik dan Nakhoda Dua Periode
Karier politik praktis Alis Marajo penuh dengan dinamika dan warna:
Periode Pertama (2000–2005): Alis Marajo pertama kali menduduki kursi bupati setelah memenangkan pemilihan di DPRD Lima Puluh Kota, berpasangan dengan Amri Darwis.
Pilkada Langsung (2005): Saat pilkada langsung pertama digelar, ia menggandeng Zagly Bros namun harus merelakan kursi kemenangan kepada mantan wakilnya sendiri, Amri Darwis.
Kursi Legislatif (2009–2010): Tak patah arang, ia maju dalam Pemilu Legislatif 2009 dan terpilih menjadi Anggota DPRD Lima Puluh Kota sekaligus didapuk sebagai Wakil Ketua DPRD.
Periode Kedua (2010–2015): Hanya setahun di parlemen, Alis Marajo kembali bertarung di Pilkada 2010. Menggandeng Asyirwan Yunus, pasangan ini menang di putaran kedua dengan meraup 70.815 suara, mengantarkannya kembali memimpin Lima Puluh Kota untuk periode kedua.
Akhir Hayat Sang Jenderal Lapangan
Di kehidupan pribadinya, Alis Marajo adalah suami dari Rismawati dan ayah yang penyayang bagi enam orang putrinya.
Sang tokoh senior mengembuskan napas terakhirnya pada 28 Maret 2023 dalam usia 76 tahun di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Kepergian Alis Marajo meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan kepemimpinan, pengabdian medis, dan keteladanan organisasi yang akan terus dikenang oleh masyarakat Luak Limopuluah dan Sumatra Barat. (*)
Editor : Bambang Harianto