Empat Puluh Kubur untuk Menyembunyikan Makam Fatimah Zahra

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
grosir-buah-surabaya

Diriwayatkan dalam berita pemakaman Fatimah Zahra AS, alih-alih: pada malam pemakaman Zahra AS, Jannatul Baqi menjadi tempat empat puluh kubur baru karena Imam Ali AS menyembunyikan lokasi kuburnya. Ketika orang-orang mengetahui wafatnya, mereka datang ke Baqi, lalu menemukan di sana empat puluh kubur, sehingga kuburnya menjadi sulit dibedakan dari kubur-kubur lainnya. 

Orang-orang pun beramai-ramai mengeluh, saling menyalahkan satu sama lain, dan berkata “Nabi kalian tidak meninggalkan di antara kalian kecuali satu putri, yang wafat dan dikuburkan, kalian tidak menghadiri wafatnya, tidak pula penguburannya, tidak shalat atasnya, bahkan kalian tidak mengetahui kuburnya!”. 

Kemudian orang kedua berkata “Panggil lah wanita-wanita Muslimah untuk menggali kubur-kubur ini, agar kita menemukannya lalu shalat atasnya, dan menandai kuburnya”. 

Kabar itu sampai kepada Amirul Mukminin AS, maka ia keluar dalam kemarahan, matanya memerah, lehernya berdenyut, mengenakan jubah kuning yang biasa dipakainya saat perang Khaibar, sambil bertumpu pada pedang Zulfikar, hingga tiba di Baqi. 

Ia mendekati orang-orang sambil memperingatkan mereka, lalu mereka berkata “Ini Ali yang datang seperti yang kalian lihat, ia bersumpah demi Allah, jika sebatang batu pun dipindahkan dari kubur-kubur ini, ia akan menebas leher para pelaku perintah itu dengan pedangnya”. 

Orang kedua beserta pasukannya menyambutnya, lalu berkata kepadanya “Ada apa denganmu wahai Abu Hasan? Demi Allah, kami pasti akan menggali kuburnya dan shalat atasnya”. 

Maka Ali as meraih kerah jubahnya, lalu membantingnya ke tanah, sambil berkata : “Wahai putra Al-Suda! Adapun hakku, aku tinggalkan demi takut orang-orang murtad dari agama mereka, adapun kubur Fatimah, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, jika engkau atau teman-temanmu berniat menyentuh sesuatu, aku akan siram bumi dengan darah kalian, jika mau lakukanlah!”. 

Orang pertama datang, lalu berkata kepadanya : “Wahai Abu Hasan, demi Rasul Allah, demi Fatimah, kecuali engkau lepaskan dia, karena kami tidak akan melakukan sesuatu yang engkau benci”. 

Maka ia melepaskannya, orang-orang pun bubar, dan mereka tidak kembali ke urusan itu. (*)

*) Sumber: Dala'il al-Imamah