Keluarga Petacci, Kisah Ani Ani Beserta Keluarganya yang Oportunis
Dalam kisah Benito Mussolini, terdapat nama Clara Petacci, ani-ani yang juga ikut dieksekusi mati oleh kelompok Italian Resistance. Namun, kisah dari Petacci tidak hanya menjadi pemuas kebutuhan dari "Il Duce" saja, namun keluarga oportunis yang menikmati ego Mussolini yang menyukai wanita cantik untuk keuntungan mereka
Bagaimanakah Kisahnya?
Keluarga Dokter Vatikan
Ercolle Boratto, supir pribadi Mussolini dalam catatan hariannya berkata bahwa Mussolini memiliki nafsu besar pada wanita cantik, sehingga seringkali ia menyuruh Boratto untuk memberhentikan mobil ketika melihat wanita cantik untuk menggoda mereka dan sebagian dijadikan sebagai "ani-ani" meski sudah menikah. Salah satunya adalah gadis berusia 20 tahun bernama Clara Petacci yang ternyata adalah penggemar berat II Duce.
Keduanya bertemu ketika Mussolini sedang dalam perjalanan menuju Ostia pada tahun 1932. Petacci sendiri datang dari keluarga terpandang dimana sang ayah, Francesco Saverio Petacci adalah dokter Kepausan di Istana Apostolik Vatikan dan merupakan keluarga Katolik yang sangat taat. Clara memiliki dua saudara : kakak laki-laki Marcello dan adik perempuan Maria.
Hidup Mewah Berkat "Il Duce"
Meski sudah menjadi ani-ani, Clara sebenarnya sudah sempat menikah dengan seorang Prajurit Angkatan Udara bernama Riccardo Federici pada tahun 1934. Namun, Federici kemudian ditugaskan ke Tokyo menjadi atase militer pada tahun 1936 sehingga keduanya bercerai.
Sempat tinggal Palazzo Venezia, Mussolini kemudian memindahkan Clara ke Villa Camilluccia di Monte Mario, salah satu bukit didekat kota Roma pada tahun 1939. Selain Clara, seluruh keluarga Petacci juga pindah di villa mewah ini.
Menurut Clara, seluruh hidupnya hanya untuk melayani Mussolini. Namun, tidak untuk keluarganya yang memanfaatkan habis Mussolini sehingga keluarga Petacci jadi dibenci dan dijuluki sebagai "Klan Petacci".
Kakak Yang Sangat Oportunis
Salah satu yang paling getol memanfaatkan kedekatan dengan "Il Duce" adalah sang kakak, Marcello. Marcello yang sebenarnya seorang dokter ahli bedah yang handal memanfaatkan kedekatannya dengan orang terkuat di Italia saat itu untuk memperoleh jabatan sebagai direktur di sebuah rumah sakit di Venezia yang membuatnya memperoleh banyak uang untuk membeli villa.
la juga memanfaatkan kurir diplomatik Italia untuk menyelundupkan emas dari Spanyol serta menyelundupkan bahan mentah seperti timah dan karet yang saat itu langka di Italia. Hal ini membuat Marcello sangat dibenci oleh lingkaran terdekat Mussolini yang menganggapnya sebagai oportunis busuk dan penipu serta lintah pengisap darah.
Kabur Ke Swiss Dan Tertangkap Lagi
Marcello sempat dipenjara sekutu pada tahun 1943 karena kedekatannya dengan Mussolini namun dibebaskan oleh Jerman. Ketika Perang Dunia II selesai, Marcello bersama istri dan kedua anaknya mencoba kabur ke Swiss dengan passport Spanyol palsu.
Namun, mereka kemudian ketahuan oleh Polisi Swiss yang menahan mereka di Kamp Tahanan di Bellinzona dimana ia sempat bekerja juga sebagai dokter bedah disana. la kemudian dideportasi kembali ke Italia dan bertemu Mussolini bersama adiknya Clara di Milan.
Pada tanggal 27 April 1945, Marcello bersama sang adik dan Mussolini mencoba kabur kembali ke Swiss dimana Marcello menyetir mobil dengan Mussolini dan Clara sebagai penumpang. Sialnya, mereka ketahuan oleh Partisan Italia di Como yang langsung menangkap mereka.
Dieksekusinya Dua Petacci
Beberapa partisan sempat mengira Marcello adalah putra Mussolini, Vittorio. Tanpa diketahui mereka, para partisan memutuskan untuk mengeksekusi Marcello, Clara dan Mussolini sendiri. Diputuskan bahwa Marcello dan Clara dieksekusi ditempat berbeda. Pada 28 April, Marcello dieksekusi di pinggir Danau Como di Desa Dongo sementara Mussolini dan Clara dieksekusi di Mezzegra.
Ada cerita bahwa Clara seharusnya tidak dieksekusi, namun ia tewas ketika ia pasang badan di depan Mussolini untuk melindunginya. Seperti Mussolini, jasad Marcello dan Clara juga digantung terbalik di Piazzale Loreto, Milan sebelum diturunkan. Keduanya dimakamkan di makam keluarga di Campo Verano, Roma
Si Bungsu Yang Jadi Aktris Propaganda
Bagaimana dengan si bungsu Maria? Ternyata ia juga memanfaatkan kedekatannya dengan Mussolini untuk menjadi aktris dan sesekali juga menjadi "ani-ani" seperti kakaknya.
Maria tercatat membintangi beberapa film propaganda fasis Italia dalam rentang waktu pada tahun 1942 hingga 1943. Dalam karir profesionalnya, Maria memakai nama panggung Miria di San Servolo.
Nasibnya lebih beruntung dari kedua kakaknya dimana ia berhasil kabur ke Spanyol dan dilindungi diktator fasis lainnya, Francisco Franco. Ia membintangi beberapa film di Spanyol sebelum kemudian kembali ke Italia dan menetap di Roma hingga wafat pada 25 Mei 1991. (*)
*) Source : inspecthistory
Editor : S. Anwar