Wishnutama Kusubandio, Raja Rating Televisi yang Menembus Kursi Menteri
Dalam industri media kreatif dan pertelevisian Indonesia, nama Wishnutama Kusubandio, atau yang akrab disapa Tama, menempati kasta tersendiri. Pria kelahiran 4 Mei 1970 ini dikenal luas sebagai sang arsitek bertangan dingin di balik lahirnya berbagai program TV legendaris yang mendikte selera tontonan masyarakat.
Berbekal reputasi mentereng sebagai inovator media, ia dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sekaligus Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Maju (2019–2020). Kendati masa baktinya di birokrasi tergolong singkat sebelum akhirnya digantikan oleh Sandiaga Uno lewat perombakan (reshuffle) kabinet di akhir tahun 2020, sentuhan estetik dan visi modern Wishnutama tetap meninggalkan impresi kuat bagi dunia industri kreatif tanah air.
Pendidikan Global dan Tempaan Disiplin Akademi Militer
Karakter kepemimpinan Wishnutama yang visioner sekaligus disiplin dibentuk oleh latar belakang pendidikan yang sangat kaya dan lintas disiplin. Masa remajanya dihabiskan di luar negeri, mulai dari menempuh pendidikan di Kooralbyn International School di Queensland, Australia, hingga International School of Singapore.
Menariknya, Wishnutama muda juga sempat mengecap kerasnya tempaan disiplin di The Military College of Vermont, Norwich University, sebuah akademi militer swasta tertua di Amerika Serikat, melalui jalur Navy ROTC.
Namun, kecintaan mendalam pada dunia komunikasi membawanya menyeberang ke Boston untuk mendalami kuliah Liberal Arts di Mount Ida College, sebelum akhirnya fokus menyerap ilmu pertelevisian di Emerson College, Boston. Tak berhenti di sana, di tengah puncak karier profesionalnya, ia terus memperdalam ilmu manajemen lewat berbagai pendidikan eksekutif bergengsi, termasuk di Harvard Business School dan Harvard Kennedy School.
Merangkak dari Bawah hingga Merajai Rating Industri TV
Sebelum menjadi bos media, Wishnutama benar-benar merangkak dari dasar di industri penyiaran global, yakni menjadi Production Assistant di New England Cable News serta Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston, Amerika Serikat.
Sekembalinya ke tanah air pada akhir tahun 1994, ia memulai debutnya di stasiun televisi Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Berkat insting kreatifnya yang tajam, kariernya melesat menjadi produser eksekutif hingga manajer produksi.
Lompatan besar kariernya terjadi ketika ia bergabung dengan Trans TV pada tahun 2001 sebagai Kepala Divisi Produksi. Di sinilah "sihir" kreatif Wishnutama mulai merajai industri pertelevisian nasional. Kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional hingga ditunjuk sebagai Direktur Utama Trans7 (dulu TV7) pada tahun 2006, dan kemudian merangkap sebagai Direktur Utama Trans TV.
Di bawah komandonya, Trans Corp melahirkan deretan program berating fenomenal yang mengubah kiblat hiburan tanah air, di antaranya:
Extravaganza
Opera Van Java (OVJ)
Dunia Lain
Termehek-Mehek
Indonesia Mencari Bakat (IMB)
Keberhasilan ini mengantarkannya meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Asian Television Award dan Panasonic Awards, serta dinobatkan sebagai The Best CEO in Indonesia versi majalah SWA (2010) dan Indonesia Marketing Champion (2015).
Mahakarya Asian Games dan Pengabdian di Era Digital
Puncak pembuktian Wishnutama sebagai maestro kreatif di mata dunia terjadi pada tahun 2018. Ia dipercaya mengemban mandat sebagai Creative Director (Sutradara Kreatif) untuk upacara pembukaan (Opening Ceremony) dan penutupan (Closing Ceremony) Asian Games 2018 di Jakarta. Hasilnya berupa pertunjukan kolosal megah yang menuai pujian global dan membangkitkan rasa bangga nasional.
Sebelum dipanggil masuk kabinet, ia juga sukses mendirikan stasiun televisi masa kini, NET. Mediatama Televisi, bersama Agus Lasmono Sudwikatmono dari Indika Group.
Meski kini tidak lagi berada di struktur kementerian, energi dan pemikiran Wishnutama tetap mengalir deras di sektor ekonomi digital dan telekomunikasi strategis. Saat ini, pria yang memiliki hobi bermusik dan sempat mendirikan band Soulful Corp ini dipercaya menduduki posisi elite sebagai salah satu komisaris di dua raksasa teknologi dan telekomunikasi tanah air, yakni Tokopedia dan Telkomsel. (*)
Editor : S. Anwar