Di Kecamatan Pacet, Bersemayam Seorang Pelawak Legendaris

Reporter : -
Di Kecamatan Pacet, Bersemayam Seorang Pelawak Legendaris
Kardjo AC/DC, Tante Sun, atau Mariyam

Dunia film di era 70-an sampai 80-an, sangat familiar dengan Kardjo AC/DC, Tante Sun, atau Mariyam. Semua itu ialah nama panggung dari Sukardjo.

Sukardjo dijuluki Karjo AC/DC karena perannya dalam film sebagai perempuan. Meski pada kodratnya, Sukardjo ialah lelaku tulen. Tapi karena keseringan mendapatkan peran sebagai seorang pembantu wanita berkebaya, dia dijuluki Karjo AC/DC.

Baca Juga: Program Perbaikan Jalan di Kabupaten Mojokerto Terus Digenjot

Arti nama AC/DC yang disematkan ke pelawak Karjo adalah; laki bisa perempuan juga bisa. Karjo AC/DC tetap macho walau didapuk sebagai wanita. Suaranya dan gayanya tidak kemayu, berbeda dengan rekan pelawaknya Tessi yang lebih centil dengan tangan melambai. Sebelum meninggal dunia pada 1 Maret 1998 di usianya yang ke-62 tahun, Karjo AC/DC cukup dikenal di tahun 80-an.

Selain manggung dengan grup lawak legendaris Srimulat, Karjo AC/DC juga bermain di beberapa film nasional. Beberapa film yang dimainkan meliputi Mayat Cemburu (1973), Inem Pelayan Seksi (1976), Pinangan (1976). Pada tahun 1977, Karjo AC/DC bermain film Raja Copet, Arwah Komersil Dalam Kampus, Ateng Sok Aksi, Inem Pelayan Seksi II, Inem Nyonya Besar, Sisa Feodal, dan Tante Sundari.

Di tahun 1978, dia juga terlibat dalam film Wadam, Sopirku Sayang, dan M-5. Lalu pada tahun 1979, dia menjadi aktor dalam film Ira Maya dan Kakek Ateng, dan film Ach Yang Benerrr.... Setelah itu film Begadang Karena Penasaran (1980).

Baca Juga: Jalan Cor di Kecamatan Dawarblandong Membelah, Pengendara Motor Sering Jatuh

Di era sekarang ini, tidak banyak yang tahu tentang sosok Sukardjo. Setelah meninggal dunia pada 1 Maret 1998, Sukardjo dimakamkan di tanah kelahirannya, yaitu Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Seniman Wahyu Kokkang mengunjungi makam Sukardjo pada Sabtu, 15 Februari 2025. Dalam penilaiannya, Wahyu Kokkang menyebutkan, Sukardjo sebagai orang yang multitalenta. Sebanyak 19 judul film telah dibintangi, di antaranya "Inem Pelayan Seksi" dan "Tante Sundari" yang menjadi film terlaris pada jamannya. Selain film, dia juga membintangi sejumlah iklan, jadi MC, serta menghasilkan rekaman kaset lawak, lagu, bahkan ludruk. 

Baca Juga: Raperbup Mojokerto Tentang Kesejahteraan Guru TPQ

Makam Sukardjo terletak di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Mojokerto, di dekat area persawahan yang hijau dan sejuk. 

“Untuk masuk ke makam, saya ditemani Mas Suroso, tetangga sekampung Kardjo yang ikut melayat dan memakamkan seniman besar ini pada tahun 1998 lalu. Sebagai orang yang punya nama dan jasa besar di dunia seni, tak banyak penghargaan yang diterima Kardjo. Saya berharap Pemkab Mojokerto memberi penghargaan sebagai wujud ‘mikul dhuwur’ (menjunjung tinggi) dan menghargai jasa seniman hebat ini. Saya pribadi sangat setuju misalnya nama Kardjo AC/DC dijadikan nama salah satu jalan di Kota Mojokerto, atau nama jalan raya arah lokasi wisata Pacet, Mojokerto, tempat Kardjo dilahirkan dan dimakamkan,” katanya. (*)

Editor : Bambang Harianto