Kisah Titin Fitriah, Ojol Cantik yang Pantang Menyerah Dalam Hidup

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Titin Fitriah
Titin Fitriah
grosir-buah-surabaya

Kesempatan kerja yang terbatas di Negeri ini pernah dialami oleh Titin Fitriah. Sehabis kontraknya dengan salah satu pabrik, Titin mencoba peruntungan di beberapa perusahaan.

Melamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ikut seminar, latihan kerja, dan training. Itu itu tidak gratis. Sebagian ada yang berbayar. Disaat biaya hidup semakin banyak, sedangkan tidak punya pendapatan, Titin Fitriah mencoba peruntungan sebagai ojek dengan mendaftarkan diri di salah satu perusahaan aplikasi ojek online (ojol).

Dia pun resmi mencatatkan namanya sebagai Driver di aplikasi ojek online tersebut. Dan mulai menjalani hari-harinya sebagai ojek. Kepanasan, hujan, sering dapat komplain, itu semua menjadi bagian dari profesinya. Tapi Titin Fitriah menanggapinya sebagai pengalaman hidup.

Petikan kisah Titin Fitriah tersebut diceritakannya melalui akun media sosial miliknya. Berikut cerita lengkapnya :

Terimakasih untuk semuanya yang sudah support dan sudah memberikan kesempatan untuk saya mendapatkan informasi pekerjaan. Sedikit cerita ya teman-teman agar kalian lebih semangat lagi mencari pekerjaan. Sampai sekarang saya semangat.

Alhamdulillah, pekerjaan yang sekarang sudah diperpanjang setahun lagi, dan memulai lembaran baru, menjaga nama baik di lingkungan, menjaga nama baik di constomer, bekerja dengan sepenuh hati serta percaya diri yang tinggi untuk mendapat target yang terbaik.

Tahun 2023 dulu bekerja di suatu pabrik sebagai operator produksi. Genap 2 tahun 6 bulan, masa kerja saya sudah habis (habis kontrak). Selama saya nganggur, saya usahakan mencari peluang pekerjaan mulai dari Bursa Kerja Khusus (BKK), Lembaga Pelatikan Kerja (LPK), EMAIL, komunikasi info loker (lowongan kerja) di TELEGRAM, INSTAGRAM, dan LINKEDIN. Bahkan sampai di titik gak percaya diri lagi dan pasrah saking susahnya mencari pekerjaan.

Saya bukan orang pemilih, cuma masing-masing gagal di tahap psikotest, interview, MCU (Medical Check Up), bahkan sampai lulus semuanya, malahan gak ada kabar lanjutan lagi.

Disitulah saya merasa keuangan habis karna bayar pendaftaran BKK, bensin, ongkos minum, dan lain-lain.

Sampai sempat bertanya sama temen yang berprofesi sebagai ojek online (ojol).
Lalu, saya mendaftarkan diri dengan pedenya karna semua yang diperlukan untuk mendaftar Ojol ada semua, SIM, STNK, NPWP.

Sempat maju mundur karna gak tahu jalanan, dan gak bisa baca GOOGLE MAPS. Tapi harus percaya diri dan gak sampai disitu, saya mulai belajar artinya "BERSYUKUR". Mental semakin kuat menghadapi sifat manusia ketika kita menjadi profesi yang paling rendah di mata orang yang punya pekerjaan, menjadi perempuan tahan banting karena menghadapi berbagai bentuk barang mulai dari yang kecil sampai besar.

cctv-mojokerto-liem

Sampai di titik saya harus keluar dari pekerjaan ini. Saya harus kerja, akhirnya saya menyampingkan Ojol, dan mulai ambil tindakan. Ojol hanya mencari keuntungan untuk tambahan uang bensin dan biaya pendaftaran BKK.

Awalnya coba" login aplikasi LINKEDIN, daftar dan lengkapin biodata diri dan mulai ngeluh di sosmed hehehe. Alhamdulillah respon temen-teman baik semua, dan banyak yang memberikan informasi secara langsung untuk datang interview dan test, seneng rasanya, Masyaallah !

Maaf ya bapak/ibu, jika saya belum mampu untuk ambil pekerjaan itu. Karena faktor uang di awal, harus modal biaya kos, dan bensin, saya belum mampu.

Dan gak lama dari itu, saya ada panggilan test di Alfamart. Alhamdulillah lulus, dan OJT (on job Training) pun lulus. Sedih campur bahagia, ternyata skenario Allah itu baik banget.

Bekerja di Alfamart yang penempatannya gak jauh dari rumah, dan sisa waktu kerja bisa digunain buat nyari uang harian.

Gak ada yang gak mungkin. Kalau kita usaha, pasti ada jalannya.

Bangga sama diri sendiri, bisa lewatin ini semua.

Buat teman-teman, jangan menyerah, terus berusaha dan jangan memilih. Harus yakin sama diri sendiri. Jangan merasa gagal, karena gagal adalah kunci keberhasilan.

Semangat pejuang rupiah ..