Rokok Ilegal dari Batam Beredar Luas di Madura

avatar M Ruslan
  • URL berhasil dicopy
Rokok Ilegal dari Batam
Rokok Ilegal dari Batam
grosir-buah-surabaya

Peredaran rokok tanpa dilekati pita cukai atau ilegal khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan kian masif. Bea Cukai Madura maupun Polres Pamekasan seakan tak berdaya melakukan penindakan secara hukum.

Bahkan, rokok ilegal yang diproduksi di luar Madura beredar luas di wilayah Pulau Madura. Seperti rokok merk Humer, San Marino, Manchester, dan beberapa merk lainnya telah beredar luas di Madura. Disinyalir, rokok ilegal tersebut diproduksi di Pulau Batam.

Inisial S (47 tahun), seorang warga Pamekasan, mengungkapkan bahwa rokok-rokok ilegal yang diproduksi dari luar Madura sudah beredar di Kabupaten Pamekasan dan juga di tiga kabupaten lainnya di Madura, yaitu Sumenep, Sampang, dan Bangkalan.

“Penyebaran rokok ilegal yang diproduksi dari Batam ini sudah lama terjadi,” katanya pada Senin, 8 September 2025.

S menegaskan, bahwa rokok ilegal tersebut bukan produk dari perusahaan rokok yang ada di Madura. Dalam proses produksinya juga tidak melibatkan tenaga kerja lokal Madura.

Meskipun demikian, distribusi rokok ilegal dari Batam tersebut terbilang masif. Setiap karton rokok dikemas dalam kardus dengan jelas mencantumkan merek rokok. Saat dibuka, rokok tersebut tidak memiliki pita cukai.

“Kami berharap kepada Kapolres Pamekasan dan Bea Cukai Madura untuk menindak tegas peredaran rokok tanpa adanya pita cukai. Jelas rokok ilegal yang diproduksi dari luar wilayah Madura ini tidak menyerap tenaga kerja dari Madura. Hanya menguntungkan segelintir orang saja,” ujarnya.

S meyakini bahwa ada aktor besar di balik penyebaran rokok ilegal dari Batam di wilayah Madura. Hal tersebut mengingat rokok tersebut bisa lolos tanpa pita cukai di Madura, yang tentunya merugikan banyak pihak secara ekonomi.

“Kami berharap rokok dari luar Madura tanpa pita cukai ini bisa ditertibkan. Karena penyebarannya luar biasa dan tanpa pita cukai,” harap S.

Ia mengungkapkan bahwa rokok asal Batam diduga kuat didistribusikan ke salah satu pihak di Madura, dengan distributor utama kemungkinan berada di Kabupaten Pamekasan.

cctv-mojokerto-liem

 

“Mungkin bisa dikonfirmasikan ke Pak Suhaydi, owner PT Empat Sekawan Mulia atau Djava. Beliau banyak tahu tentang produk rokok dari Batam,” katanya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu, rokok merek Manchester dari Batam telah dimusnahkan oleh Bea Cukai Madura.

Suhaydi selaku owner PT Empat Sekawan Mulia atau perusahaan rokok Djava, membenarkan bahwa rokok San Marino dan Manchester memang merupakan produk dari Batam. Untuk Humer sendiri produksi dari Madura 

“Itu bukan produk Djava. Itu Batam punya,” jelasnya.

Diakuinya, saat ini sudah banyak yang meniru merek San Marino dan Manchester di Madura.

“Sudah banyak yang buat itu di Madura,” katanya. (*)