Alfamart Tutup 400 Gerai Karena Rugi atau Strategi Adaptif

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gerai Alfamart
Gerai Alfamart
grosir-buah-surabaya

Headline “Alfamart Tutup 400 Gerai di 2024” bikin rame dan viral. Kita coba telisik lebih dalam, tanda bahaya apa ini? Atau justru sebaliknya sebagai langkah strategic rebalancing yang cerdas.

Apa yang Terjadi ?

Sepanjang tahun 2024, Alfamart menutup lebih dari 400 gerai, tapi disaat yang sama ternyata membuka 1.400 gerai baru. Jadi net tambahan gerainya 1000 gerai sesuai target, hingga total gerai aktif mencapai 20.120 gerai.

Dan sebagai perbandingan, Indomaret memiliki kurang lebih 22.196 gerai.

Market Share dan Revenue per Gerai

Menurut Nielsen (Alfamart Public Expose 2024), market share segmen minimarket modern Indonesia :

Indomaret : 40.2% (estimasi).

Alfamart : 34.2%.

Lainnya (Lawson, Yomart, Circle K, dan lain-lain): 25.6%.

Total nilai market di minimarket modern diperkirakan kurang lebih Rp 292 triliun. Jadi estimasi berdasarkan angka tersebut maka :

Retail revenue Alfamart: kurang lebih Rp 100 triliun.

Retail revenue Indomaret: kurang lebih Rp 117 triliun.

Dengan jumlah gerai :

Alfamart: 20.120 gerai → kurang lebih Rp 4,97 miliar/gerai

Indomaret: 22.196 gerai → kurang lebih Rp 5,27 miliar/gerai.

Meski revenue per gerai Indomaret sedikit lebih tinggi, rasa - rasanya pertumbuhan market share Alfamart terus naik dalam 3 tahun terakhir.

Financial Report (Alfamart Konsolidasi):

- 2022 Revenue: Rp 97 triliun.

- 2023 Revenue: Rp 106,9 triliun → +10.2% (year on year)

- 2024 Revenue: Rp 118,2 triliun → +10.5% (year on year).

cctv-mojokerto-liem

- EBITDA 2024: Rp 8,5T → +4.9% (year on year)

- EBITDA Margin: Stabil di ~7,2%

- Laba Bersih 2024: Rp 3,14T → -7,5% (year on year).

Revenue termasuk distribusi, iklan, dan unit usaha non retail.

Apa yang menjadi strateginya ?

Jika kita coba mapping dengan kerangka quadrant Market Attractiveness vs Competitive Intensity, arahnya sepertinya jelas :

Market potensial & persaingan rendah → ekspansi agresif.

Market ramai & persaingan kompetitif → maintain dengan promosi & diferensiasi.

Market stagnan persaingsn kompetitif → evaluasi performa outlet.

Pasar jenuh + daya beli rendah di suatu area → pivot atau realokasikan.

Jadi penutupan 400 gerai sepertinya adalah bagian dari pivot karena market dan persaingan sudah jenuh di area tertentu, disisi lain penambahan 1400 gerai adalah bagian dari ekspansi agresif untuk market yang masih attractive dan persaingan yang belum intens.

Lesson Learned untuk kita :

1. Jangan cuma hitung jumlah gerai, namun lihat produktivitas per gerai.

2. Ekspansi sehat adalah tau kapan gas, kapan rem.

3. Jangan tunggu rugi dulu untuk bersih-bersih portofolio tapi lebih adaptif dengan selalu cek performa.

4. Di industri yang makin mature, strategi tanpa eksekusi adala noise

*) Source : Wahyu Prihantoro, MBA, PFM, CSEP (Corporate Strategy, Strategic Planning & Execution)