KH Maktum Djauhari, Sosok Penggerak Pendidikan dari Madura
Lahir di Sumenep pada 14 Mei 1958 , KH Maktum Djauhari merupakan putra dari pasangan K.H. Ahmad Djauhari Chothib dan Nyai Sahati. Lahir dan tumbuh di jantung keluarga pesantren, KH Maktum Djauhari mewarisi semangat dakwah dan keilmuan yang sangat kental dari sang ayah, pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Rihlah keilmuan KH Maktum Djauhari terukir sangat cemerlang. Dikenal memiliki keenceran otak sejak belia, KH Maktum Djauhari selalu menjadi bintang kelas selama nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).
Selepas menamatkan pendidikan menengah dengan prestasi gemilang, dahaga ilmunya mengantarkan beliau menyeberang ke Timur Tengah untuk memperdalam ilmu agama di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.
Kiprah KH Maktum Djauhari tidak hanya berpusat di balik bilik pesantren, tetapi juga meluas ke ranah pergerakan umat. KH Maktum Djauhari memegang amanah besar sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (2012-2015), meneruskan tongkat estafet dari kedua kakaknya, K.H. Tidjani Djauhari dan K.H. Idris Jauhari.
Di bawah asuhannya, Al-Amien semakin kokoh memadukan kurikulum modern tanpa meninggalkan identitas salaf. Sesuai dengan julukannya, beliau adalah figur organisatoris ulung yang berdedikasi tinggi, yang juga aktif berkhidmah membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) di cabang Sumenep.
Sebagai seorang murabbi, gemblengan tangan dingin Kiai Maktum telah melahirkan banyak santri berprestasi dan kader-kader ulama. Karakter kepemimpinan dan ilmunya kini diteruskan oleh para murid sekaligus penerus pesantren, di antaranya K.H. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani dan K.H. Dr. Ghozi Mubarok yang saat ini memegang tampuk pengasuhan.
Kiai cerdas nan tawadhu' ini berpulang ke Rahmatullah pada 29 Desember 2015. Meski masa kepemimpinan tunggalnya di pesantren relatif singkat, jejak pengabdian, organisasi, dan warisan ilmunya akan selalu abadi menginspirasi generasi mendatang. Lahumul fatihah...
*) Source : Pecinta Ulama Nusantara
Editor : S. Anwar