Bahaya Mengintai Pengendara Motor di Jalan Driyorejo – Sumput Gresik
Ketua Wartawan dan Aliansi Gresik Selatan (WaGS), Efianto merasa geram dengan hasil kontruksi peningkatan Jalan Driyorejo – Sumput, di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Kegeraman Efianto bukan tanpa alasan.
Efianto memandang, peningkatan Jalan Driyorejo – Sumput berupa jalan beton membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara motor dan kendaraan roda 4 atau lebih. Salah satu faktor yang membahayakan ialah tidak adanya kangsing pembatas jalan di samping kanan kiri jalan Driyorejo – Sumput.
“Tolong bagi instansi terkait di lingkungan Pemkab Gresik, perhatikan keselamatan pengendara yang melintasi jalan beton di Jalan Driyorejo – Sumput. Karena seringkali, pengendara terperosok ke selokan atau parit yang cukup dalam karena tidak adanya pembatas,” kata Efianto dalam pernyataannya yang disampaikan kepada Lintasperkoro.com pada Rabu, 25 Juni 2025.
Efianto menjelaskan, penyebab pengendara sering terperosok ke parit di samping kanan kiri jalan rigid pavement atau jalan beton di Jalan Driyorejo – Sumput karena bahu jalan tersebut sebagian ada yang tidak diurug. Walaupun ada yang sudah diurug, tapi strukturnya kurang kuat sehingga rawan amblas. Ditambah, penerangan di sekitar Jalan Driyorejo – Sumput kurang serta ditumbuhi rerumputan.
“Apabila terjadi hujan dan air menggenangi jalan tersebut, pengendara susah menentukan batas jalan utama dengan bahu jalan. Pada saat di jalan tersebut banjir, pernah ada pengendara yang masuk ke dalam parit. Untungnya saat itu arus air tidak terlalu deras, sehingga bisa diselamatkan,” ujar Efianto.
“Jika dibiarkan terus menerus tanpa ada tindakan, sangat berbahaya sekali. Ketika bangun jalan beton, perlu diperhatikan bahu jalannya. Peningkatan jalan di Jalan Driyorejo – Sumput dari sebelumnya jalan paving ke jalan beton, sangat membantu mobilitas masyarakat maupun perusahaan sekitarnya. Tapi pembangunan juga perlu memperhatikan aspek keselamatan, jangan asal membangun, selesai, terus ditinggalkan begitu saja,” kata Efianto.
Efianto menjelaskan, dari jalan utama beton setinggi kurang lebih 40 cm, harusnya terdapat bahu jalan dengan lebar kurang lebih 1 meter. Berbeda dengan di Jalan Driyorejo – Sumput. Disitu dari jalan utama, langsung ke selokan atau parit tanpa pembatas.
“Jalan itu dibangun oleh CV Citra Mandiri dari APBD Kabupaten Gresik tahun 2023 lalu dengan nilai pekerjaan Rp. 4. 662.404.430,48. Jelas di kontrak kerja, selain pekerjaan utama, juga terdapat pekerjaan minor, pekerjaan penunjang dan pekerjaan lainnya sesuai pada daftar Item pekerjaan dan kuantitas pada BoQ,” jelas Efianto. (*)
Editor : Bambang Harianto