Analisa Perang Iran vs Israel Pada Kenaikan Minyak Dunia
Perang antara Israel dan Iran, jika terjadi secara langsung atau melalui konflik regional, dapat sangat mengganggu pasokan minyak global, terutama karena beberapa faktor berikut :
1. Lokasi Strategis Iran di Selat Hormuz
Selat Hormuz adalah jalur laut sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman, yang menjadi rute sekitar 20-30% pasokan minyak dunia. Jika Iran terganggu atau sengaja memblokade Selat Hormuz, pengiriman minyak dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Irak bisa terganggu.
Negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Korea Selatan, dan India akan sangat terdampak karena mereka sangat bergantung pada minyak dari Teluk.
Dampak ke Negara Lain:
· Asia Timur & Selatan : Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), risiko defisit perdagangan.
· Eropa : Sulit diversifikasi energi jika pasokan Rusia sudah terbatas.
· Amerika Latin & Afrika : Beban impor minyak bertambah berat.
· ASEAN (termasuk Indonesia): subsidi energi tertekan, potensi inflasi dan defisit fiscal.
Perkiraan Kenaikan Harga Minyak
Pasokan Minyak yang Terdampak
· Sekitar 17-20 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan melewati Selat Hormuz setiap hari.
· Ini setara dengan 20-30% pasokan minyak dunia.
Misalnya harga minyak Brent saat ini: $85/barel
Jika Selat Hormuz tertutup total:
· Harga bisa naik jadi $130–170 per barel
· Ongkos kirim naik dari $2 → $8 per barel
· Negara pengimpor (seperti Indonesia) akan mengalami lonjakan harga BBM, defisit neraca perdagangan, dan inflasi energy.
*) Source : Muhammad Emil
Editor : Junaidi