Segenap Tanda Persembunyian Riza Chalid
Riza Chalid 'Gasoline Godfather' terdeteksi mondar-mandir di 2 kota. Bersembunyi sembari membangun bisnis tambang tanah jarang.
"Saya khawatir," ucap Muhammad Sanusi Md Nor pada khalayak di sebuah acara politik 2 tahun lalu.
"Karena Pemilu sudah dekat dan sapi-sapi itu bisa dianggap sebagai suap," lanjutnya.
Rasa cemas Menteri Besar (Gubernur) Kedah, Malaysia, itu muncul bukan tanpa asal-usul.
Dirinya mengaku pernah dihubungi seorang tak dikenal yang memberi tahu bahwa Riza Chalid ingin menyumbang sapi kurban. Riza Chalid yang dia maksud adalah Taipan minyak buruan Jaksa berjuluk "Gasoline Godfather".
Tentu saja kemunculan Riza Chalid di Bandar Jelapang Padi bukan hanya sekali waktu. Suatu ketika, pada tanggal 2 Oktober 2022, fanpage Facebook Kedah Royal Family juga sempat mengabadikan Riza Chalid.
Halaman bisnis Facebook milik keluarga Sultan Kedah, Sallehuddin bin Sultan Badlishah itu membagikan momen pertemuan dengan Riza Chalid.
Masing-masing menggunakan masker. Foto postingan memperlihatkan saudagar kelahiran tahun 1960 itu berdampingan dengan Anwar Ibrahim di tepi kiri, mengapit Sultan Sallehuddin di sisi tengah.
Anwar Ibrahim masih menjabat Anggota Parlemen Port Dickson, daerah tepi laut di negara bagian Negeri Sembilan Darul Khusus, saat mengantar Riza Chalid menghadap Sultan.
"Rupanya Riza Chalid datang untuk mengajukan permohonan wilayah tambang REE (rare earth elements/tanah jarang)," tutur Sanusi, mengungkap alasan di balik kedatangan Riza Chalid.
Beberapa sumber di sana menyebutkan, Riza Chalid kemudian mendirikan perusahaan bernama Triple Golden Innovation demi memfasilitasi penambangan.
Berlokasi di Jalan Sultan Azlan Shah, Kuala Lumpur, perusahaan tempat Riza Chalid menjabat sebagai Direktur itu berdiri berdasarkan peraturan setempat, yakni Undang Undang Perusahaan Tahun 2016. Triple Golden didaftarkan pada 23 November 2022, hari yang sama saat Anwar Ibrahim dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10.
Dipilihnya Kuala Lumpur sebagai alamat lokasi Triple Golden bukanlah suatu yang mengherankan. Riza Chalid memang terdeteksi lebih sering berada di Ibu Kota Malaysia itu.
Intensitas pelancongannya ke Kedah meningkat seiring rencananya terlibat dalam penambangan. Beberapa tokoh bisnis dan politik dari Tanah Air pun dilaporkan pernah menemui Riza Chalid di Kuala lumpur. Sebut saja ihwal persamuhan sekitar akhir tahun lalu.
Bertempat di salah satu hotel berbintang termasyhur di Kuala Lumpur, kala itu seorang tokoh menjumpai Riza Chalid untuk membicarakan kondisi dan keberlanjutan bisnis minyak di Indonesia. Sejumlah sumber menyebut tokoh itu adalah utusan salah satu perusahaan investasi asal Inggris untuk Asia Tenggara.
Belakangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi juga mengonfirmasi keberadaan Riza Chalid di Negeri Jiran. Keimigrasian mencatat sejak 6 Februari 2025, Riza Chalid belum lagi ke Tanah Air. Saat itu dia berangkat melalui bandara Soekarno Hatta (Soetta) menuju Malaysia.
"Kita sudah minta bantuan (Pemerintah Malaysia), tapi kan kita tunggu follow up dari mereka," ucap Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, pada 4 Agustus 20205 lalu.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pun lebih dulu mencabut paspor Riza Chalid pada akhir Juli 2025.
"Supaya kalau dipakai yg bersangkutan, langsung bisa kontak Imigrasi."
Demi memulangkan Riza Chalid, Kejaksaan sendiri telah mengajukan permohonan red notice pada pekan lalu. Brigjen Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Divhubinter Polri, menyatakan telah menerima surat permohonan itu.
Secara regulasi, permohonan red notice untuk tersangka oleh aparat penegak memang wajib melalui Divisi Hubinter Polri. Permohonan lalu diteruskan kepada Interpol Pusat di Lyon, Prancis. (*)
*) Source : Jaksapedia
Editor : Bambang Harianto