Mayjen Nasrun Syahrun, Jenderal Ahli Hukum dan Diplomat
Sangat jarang kita menemukan seorang tokoh bangsa yang memiliki kombinasi karier selengkap ini: gagah berani di medan tempur sebagai prajurit, cerdas di balik meja sebagai pakar hukum nasional, dan luwes di meja perundingan sebagai diplomat internasional.
Kombinasi langka itu melekat utuh pada sosok Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nasrun Syahrun, SH. Mayjen Nasrun Syahrun adalah putra asli Minangkabau yang lahir di Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada 27 September 1925.
Dari kaki Gunung Sago, sang jenderal melangkah jauh menaklukkan panggung diplomasi dunia dan menjadi kebanggaan Indonesia hingga akhir hayatnya pada 4 Agustus 2021 silam dalam usia 95 tahun.
Angkat Senjata demi Kemerdekaan NKRI
Nasrun Syahrun tumbuh di era pergolakan. Sebagai pemuda, ia tidak tinggal diam melihat tanah airnya dijajah. Beliau ikut angkat senjata, bertaruh nyawa di medan gerilya demi mempertahankan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dedikasi militernya yang kokoh membawanya menembus jajaran perwira tinggi elit TNI Angkatan Darat (AD) dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (Bintang Dua).
Menakhodai Hukum Nasional dan Pemimpin Hukum ASEAN
Setelah situasi negara stabil, kecerdasan akademis membawa Nasrun masuk ke dalam dunia hukum. Kapasitas intelektualnya diakui di tingkat nasional ketika beliau ditarik untuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Kehakiman RI (sekarang Kemenkumham) dari tahun 1979 hingga 1985.
Di tangan dinginnya, roda administrasi hukum negara digerakkan. Hebatnya lagi, di periode yang sama, berkat jaringannya yang luas, sang jenderal dipercaya memegang posisi prestisius sebagai Ketua ASEAN Law Association (ALA) Indonesia—sebuah organisasi elit yang menghimpun para ahli hukum terkemuka di Asia Tenggara.
Diplomat Ulung Kepercayaan Negara di Tiga Wilayah Dunia
Kepiawaiannya bernegosiasi dan berwibawa tinggi membuat pemerintah mempercayakan posisi Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh kepada dirinya. Wajah Indonesia di luar negeri sukses diwakilinya di tiga pos internasional yang sangat strategis:
Konsul Jenderal RI di Hong Kong (1973–1976): Mengawal hubungan dagang dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di pusat ekonomi Asia Timur.
Duta Besar RI untuk Iran dan Oman (1976–1979): Menjaga stabilitas diplomasi di kawasan Timur Tengah yang penuh dinamika.
Duta Besar RI untuk Turki (1987–1991): Mengawal hubungan bilateral di wilayah transkontinental penghubung Asia dan Eropa di Ankara.
Di balik nama besarnya, Mayjen Nasrun adalah sosok kepala keluarga yang bersahaja. Bersama belahan jiwanya, Zalinar Zienoer, beliau membesarkan anak-anaknya—termasuk Rizaganti Syahrun—dengan fondasi disiplin, kejujuran, dan cinta tanah air. (*)
Editor : Zainuddin Qodir